
PADANG- Sisi penilaian dalam Kompetensi Camat tidak sakedar dari hasil kerja namun juga dari aspek pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Penilaian tidak saja berorientasi kepada prestasi tetapi sekaligus dalam rangka pembinaan.
Demikian ditegaskan Tim Penilai Camat Berprestasi Provinsi Sumatera Barat Sultani Wirman saat melakukan penilaian terhadap Camat Padang Barat Arfian sebagai utusan dari Kota Padang, Selasa (17/5). Menurutnya, ada camat yang tidak menguasai tupoksi tetapi mampu bekerja dan sebaliknya ada juga yang mengerti namun tidak mampu.
“Jadi tidak sekedar berorientasi pada prestasi akan tetapi penilaian ini sekaligus dalam rangka pembinaan,” kata Sultani.
Sultani menegaskan, metode penilaian saat ini berbeda dengan penilaian masa lalu. Penilaian saat ini juga untuk membina para camat seiring tuntutan masyarakat. Ia melihat, secara kasat mata, indikator keberhasilan Camat Padang Barat bisa terlihat namun penilaian selain fokus pada hasil kerja juga kepada penguasaan tupoksi.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi menyebutkan, keberhasilan Arfian terlihat dari keberhasilan penataan kawasan Pantai Padang, Pasar Raya, pemberdayaan masyarakat dan sebagainya.
“Masyarakat juga memberi dukungan yang baik terhadap program-program pembangunan berkat kordinasi yang baik sehingga tingkat keberhasilan menjadi lebih baik,” kata Mahyeldi.
Dia menambahkan, kordinasi dengan Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) juga cukup bagus, termasuk dengan SKPD di lingkup Pemerintah Kota serta berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan kepemudaan.
Penilaian terhadap Camat Arfian merupakan tahap lanjutan menentukan camat berkompetensi terbaik dari enam orang camat yang masuk nominasi di tingkat provinsi. Tim penilai terdiri dari para pamong senior yang telah berpengalaman di bidang pemerintahan, diketuai Sultani Wirman dengan anggota tim penilai OS Yerli Asir dan Faisal Sarif. (der/f)





