PADANG-Ada 2,6 miliar penduduk di kawasan Samudera Hindia merupakan potensi luar biasa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan mendorong pasar di masa mendatang. Dalam hal ini regionalisme maritim merupakan pendekatan yang strategis untuk memperkuat eksplorasi kerja sama Indian Ocean Rim Association (IORA) melalui academic exercise, kerja sama maritim dan dialog kawasan.
“Kawasan Samudera Hindia merupakan masa depan dunia. Namun, masih banyak potensi yang belum dieksplorasi dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai mekanisme kelembagaan dan dinamika kawasan,” kata Dr. Adriana Elisabeth dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertindak selaku Chair pada pertemuan ke-21 Indian Ocean Rim Association Group (IORAG) di sela COM IORA yang berlangsung di Mercure Hotel, Padang, Kamis (22/10).
Selain memperkuat hubungan antar pemerintah di Samudera Hindia, IORA juga mempunyai perhatian penuh untuk melibatklan para akademisi di kawasan sebagai katalis serta untuk memberikan masukan strategis. IORAG merupakan wadah untuk mempromosikan dialog intelektual antar seluruh anggota IORA serta mendukung kerja sama kebijakan melalui riset bersama berdasarkan inovasi keilmuan.
“Sebagai implementasi dalam memperkuat daya saing ekonomin dan inovasi, Indonesia akan mendorong penuh fasilitasi dan pertukaran teknologi serta inovasi mel;alui pendirian Business Innovation Centre. Proyek tersebut akan direfleksikan untuk mempromosikan jaringan berbagai elemen utama di IORA, utamanya antar akademisi dan pelaku bisnis di bawah mekanisme IORAG,” pungkas Adriana. (der)



