JAKARTA- Jumlah titik api (hotspot) di Sumatera dan Kalimantan terpantau berkurang dari sepekan terakhir. Namun demikian, ketebalan kabut asap yang menyelimuti wilayah terdampak belum berkurang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan pantauan satelit Modis (Terra dan Aqua) pada Jumat (18/9) sore. Menurut Sutopo, Satelit Terra Aqua mendeteksi 471 hotspot di Pulau Sumatera dan 398 hotspot di Kalimantan.
” Hotspot di Sumatera tersebar di Jambi 166 titik, Sumsel 148 titik, Riau 116 titik, Sumbar 25 titik, Bengkulu 10 titik, Lampung 2 titik dan Sumut 4 titik,” terang Sutopo, Sabtu (19/9).
Ia menjelaskan, terpantau kebakaran besar terjadi di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba) provinsi Sumatera Selatan. Asap tebalnya menyebar ke Jambi dari Riau, begitu pula kebakaran besar di Muaro Jambi yang terus memproduksi asap pekat.
“Akumulasi asap dari 3 provinsi yaitu di Sumsel, Jambi dan Riau menyebabkan jarak pandang terus memburuk,” ujarnya.
Ia merinci jarak pandang di beberapa kota seperti di Pekanbaru 500 meter, Dumai 300 meter, Pelalawan 200 meter, Jambi 200 meter dan Palembang 1 km. Kualitas udara rata-rata tidak sehat.
Sebaran asap di Sumatera makin sempit, hanya di sebagian Sumsel, Jambi dan Riau. Asap sudah tidak menyebar hingga Selat Malaka, Malaysia, dan Singapura.
Sementara di Kalimantan, hotspot tersebar di Kalimantan Barat sebanyak 33 titik, Kalsel 133 titik, Kalteng 190 titik dan Kaltim 42 titik. Jarak pandang di Pontianak 400 meter, Ketapang 500 meter, Pangkalan Bun 700 meter, Nanga Pinoh 200 meter, Sampit 500 meter, Palangkaraya 300 meter, Muara Teweh 1.000 meter, Sanggu-Buntok 100 meter dan Banjarmasin 200 meter. Kualitas udara rata-rata sedang hingga berbahaya.
“Hampir 80 persen wilayah Kalimantan tertutup asap,” tambahnya.
Sejauh ini, sebagian sekolah masih banyak yang diliburkan seperti di Kalteng, Riau, dan Jambi. Tiga provinsi telah menetapkan tanggap darurat yaitu Riau, Jambi dan Kalteng. Sedangkan Sumsel, Kalbar dan Kalsel masih siaga darurat.
Upaya pemadaman dan penegakan hukum terus dilakukan oleh ribuan aparat. Namun kebakaran masih berlangsung. Ada pembakaran baru, ada juga sisa kebakaran yang sebelumnya sudah padam namun terbakar kembali. (feb)






