Miliki Rumah Isolasi dengan Kearifan Lokal, dr. Andani Puji Rumah Isolasi Berbasis Kaum di Padangpanjang
  • Home
  • Padang Panjang
  • Miliki Rumah Isolasi dengan Kearifan Lokal, dr. Andani Puji Rumah Isolasi Berbasis Kaum di Padangpanjang

Miliki Rumah Isolasi dengan Kearifan Lokal, dr. Andani Puji Rumah Isolasi Berbasis Kaum di Padangpanjang

Image

PADANGPANJANG – Di saat daerah lain sibuk menangani lonjakan Covid-19, Padangpanjang justru memiliki langkah jitu mendirikan Rumah Isolasi dengan kearifan lokal. Upaya Masyarakat Kota berjuluk Serambi Mekkah itu dipuji oleh Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, yang kini turut menjabat sebagai staf ahli di Kementerian Kesehatan dalam hal penanganan Covid-19.

Ada sekitar 5 rumah yang dijadikan tempat Isolasi memulihkan kondisi kesehatan warga kaum yang terkonfirmasi Covid-19 yaitu di Kanagarian Gunung, Kelurahan Gantiang Kecamatan Padangpanjang Timur. Diantaranya Rumah Isolasi Kaum M. Datuak Lelo Angso Suku Sikumbang Tigo Niniak Kelurahan Gantiang Nagari Gunuang Kecamatan Padangpanjang Timur, Kaum D. Datuak Banso Rajo Suku Pisang dan Kaum D. Datuak Simarajo Suku Pisang.

Didampingi Walikota H. Fadly Amran, BBA, Jumat(25/6), Andani mengatakan, Rumah Isolasi Nagari berbasis kaum yang didukung oleh Wali Kota ini sangat menarik. “ Jadi ada pemberdayaan kaum bila ada anak kemenakan yang positif ada tempat isolasinya. Kekerabatan kaum di Sumbar sangat kuat sehingga harapannya ini menjadi hal yang baru dan bagus, karena para datuk atau pemuka adat akan menjadi sangat perhatian untuk masalah itu,” ujarnya.

Andani berharap Rumah Isolasi berbasis kaum itu bisa dimaksimalkan pemanfaatanya. “Jangan sekedar ada tapi tidak digunakan. Ini mencegah kita jangan terlalu banyak isolasi mandiri di rumah-rumah. Filosofi yang paling penting menanamkan kepada masyarakat bahwa covid itu ada dan diselasaikan secara gotong royong,” tuturnya.

Sebelumnya, di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Gantiang dr Andani menyempatkan diri memberikan pencerahan pentingnya protokol kesehatan. Andani mengingatkan masyarakat agar jangan sampai terjadi ledakan kedua pandemi Covid-19 karena saat ini masyarakat yang terpapar Covid -19 di Sumbar sudah mencapai lebih 300 orang per hari nya. “ Angka Positif kita telah 19 persen artinya dalam 100 orang terdapat 19 orang yang terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, Pandemi Covid-19 bisa berakhir bila masyarakat sadar dan paham pentingnya protokol kesehatan. “Masker adalah salah satu upaya mengendalikan Covid-19,” katanya. (de)

Berita Terkait

Leave a Reply