Anggota DPRD Agam Serap Banyak Aspirasi Melalui Musrenbang Kecamatan
  • Home
  • Agam
  • Anggota DPRD Agam Serap Banyak Aspirasi Melalui Musrenbang Kecamatan

Anggota DPRD Agam Serap Banyak Aspirasi Melalui Musrenbang Kecamatan

Anggota DPRD Agam hadiri Musrenbangdi Kec.IV Koto.(fajar)

Anggota Dewan Perwakilan Agam menyerap banyak aspirasi melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kecamatan yang diadakan belum lama ini. Pada masing-masing kecamatan, anggota dewan dari daerah pemilihannya turut menghadiri kegiatan tersebut demi menyerap apa-apa yang dibutuhkan warga untuk dilihat skala prioritasnya.

Di Kecamatan IV Koto, misalnya, musrenbang Kecamatan IV Koto dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam dari Dapil V, Uswan Yahya, Toshelmadi, SH, Anton, SH, Irfawaldi, SH dan Aderia beserta Sekretaris DPRD Agam, Indra Dt. Baradai, Kamis (15/2) di kantor camat setempat.

IV Koto melaksanakan agenda Musrenbang 2018 untuk kegiatan pembangunan 2019. Kehadiran anggota DPRD sebagai representasi dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Irfawaldi memberikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur dan stakeholders yang tiap tahun selalu menghadiri acara Musrenbang.

“Perhatian kita dalam Musrenbang ini terfokus kepada berbagai usulan yang diajukan pemerintah nagari, dengan harapan setelah masuk dalam prioritas kecamatan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu perlu lebih selektif untuk mengusulkan proyek pembangunan yang diusulkan apakah benar-benar kebutuhan prioritas masyarakat,” katanya.

Ia  juga menyinggung masalah percepatan pembentukan DOB (Daerah Otonomi Baru) yang merupakan kebutuhan mendesak bagi Agam yang cukup luas.

“Khusus Balingka yang selama ini disebut-sebut sebagai salah satu calon Ibu Kota DOB telah siap, termasuk lahan atau tanah sebagai lokasi pembangunan perkantoran,”terangnya.

Selanjutnya, Ketua Tim fasilitator H. Isman Imran, dalam kesempatan itu menyampaikan tujuan Musrenbang adalah penajaman dan menselaraskan antara usulan dengan RPJMD kabupaten.

Musrenbang di Baso

Musrenbang kecamatan di Baso. (fajar)

Di Baso, musrenbang dilaksanakan, Senin (12/2) dan merupakan hari pertama dimulainya musrenbang kecamatan di Kabupaten Agam tahun 2018 untuk rencana pembangunan tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Agam, Suharman yang merupakan wakil rakyat dari Dapil IV mengatakan bahwa musrenbang kecamatan merupakan tahap kedua dalam perencanaan pembangunan nasional setelah Musrenbang nagari.

“Anggota DPRD, khususnya di Dapil IV punya harapan besar, melalui Musrenbang kita bisa melahirkan program kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat serta untuk menampung aspirasi dan menyesuaikan dengan pokok pikiran anggota DPRD dan sejalan dengan RPJMD Kabupaten Agam 2016-2021,” jelasnya.

Adapun tim fasilitasi musrenbang Kabupaten Agam diketuai oleh Asisten II Ir. Isman Imran didampingi Kepala OPD, Kabag dan pejabat struktural lainnya. Dari dapil IV hadir Wakil Ketua DPRD Suharman, Gusdanur Dt Itam, Syaflin, Ais Bakri, Arman J Piliang, Bulqaini serta Sekretaris DPRD Agam Indra Dt Baradai beserta jajaran.

Musrenbang kecamatan di Baso, Senin (12/2). (fajar)

Musrenbang Kecamatan Matur

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam dari Dapil VI (Matur–Tanjung Raya) akan mengawal secara khusus berbagai aspirasi yang sudah dituangkan dalam rencana pembangunan yang kini dibedah dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) 2019. Berbagai aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam rencana pembangunan tersebut sepenuhnya berorientasi pada target peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemajuan daerah yang sesuai dengan visi-misi daerah.

Hal itu ditegaskan M.Abrar dan Nofrizal Anas yang merupakan dua anggota DPRD Agam yang hadir dalam musrenbang 2019 Kecamatan Matur di aula UDKP Matur, Selasa (14/2). Musrenbang dipimpin Ketua Tim Fasilitator, Rahmat Lasmono didampingi Boy Vetris, SH dari sekretariat DPRD Agam dan dihadiri Camat Matur, Tedy TRD.

Pada kesempatan itu, M.Abrar melalui Humas DPRD Agam, Hasneril, SE menyebut berbagai rencana yang sudah dituangkan dalam berbagai tahapan, menjadi bagian tak terpisahkan dalam memacu pertumbuhan pembangunan daerah dalam berbagai aspek. Sasarannya, kesejahteraan masyarakat yang dilandasi visi madani merupakan hal mutlak yang akan dikawal khusus DPRD Agam.

“Keberadaan anggota dewan sepenuhnya untuk masyarakat,“ ujarnya.

Kegiatan Musrenbang di Kec.Matur. (fajar)

Sementara dalam sesi diskusi, berbagai hal dibedah tim fasilitator musrenbang melibatkan seluruh walinagari dan unsur terkait kecamatan, termasuk penerapan aplikasi e-planning yang diharapkan bisa maksimal dalam upaya melahirkan program-program pembangunan yang bernas, terbuka dan bisa dipahami oleh semua elemen masyarakat. Hal itu akan menjadi agenda prioritas yang diarahkan untuk mendorong kemajuan pembangunan di Kecamatan Matur.

Untuk wilayah Matur, harapan terealisasinya pembangunan sarana dan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat masih sangat dominan. Terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi, perkebunan, pertanian dan mendorong optimalnya potensi wisata di wilayah Kecamatan Matur yang dikenal luar biasa.

Musrenbang Canduang Dihadiri Anggota Dewan Sumbar

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 Kecamatan Candung di Gedung Serbaguna Nagari Bukik Batabuah, Rabu (14/02).

Wakil rakyat yang hadir adalah Wakil Ketua DPRD Agam Suharman, anggota DPRD Agam, Ais Bakri, Saflin dan Arman J Piliang. Juga turut hadir pada kesempatan itu Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Murdani, SE, MM yang merupakan putra Kecamatan Canduang.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Agam, Suharman melalui Humas DPRD Agam, Hasneril SE menyampaikan bahwa yang belum tertampung dalam musrenbang tersebut akan masuk ke Pokir anggota DPRD dan rencana kerja (renja) OPD.

“Kita berharap seluruh anggota DPRD Agam yang hadir pada musrenbang ini dapat menjadikan ini sebagai representasi dari seluruh masyarakat. Meskipun beda partai, namun visi dan misi tetap sama yaitu untuk memajukan masyarakat Kabupaten Agam secara keseluruhan sesuai dengan visi misi Kabupaten Agam,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh perencanaan akan bermuara dan menjadi bahan pembahasan di DPRD Agam. Untuk Anggota DPRD Sumbar, Suharman berharap, agar bersama-sama membangun sinergitas dalam memajukan pembangunan Kabupaten Agam yang luas ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Murdani, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbicara tentang musrenbang artinya bicara tentang prioritas dan kewenangan.

“Saat ini, secara fisik pembangunan di Kecamatan Canduang sudah hampir rampung dan mungkin tidak seberapa lagi. Hal ini terbukti dengan hampir meratanya pembangunan sarana dan prasarana di tiap-tiap nagari,” ujarnya.

Saat ini, yang penting adalah peningkatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan SDM. Karena, ekonomi kerakyatan yang diharapkan tentu berbasis pada potensi lokal nagari. Namun, masih banyak potensi-potensi di Kecamatan Canduang yang belum terolah maksimal.

“Dalam merumuskan hasil musrenbang, kita akan memilah dan memilih apa yang akan menjadi kewenangan kabupaten dan nagari, dan mana yang tidak mampu diakomodir oleh kabupaten akan menjadi pokir DPRD provinsi nantinya,” ungkap Murdani.

Ketua Tim Fasilitator Musrenbang Kabupaten Agam. Drs. Welfizar, M. Si menyampaikan bahwa saat ini Agam telah menerapkan e-Planning dalam perencanaan pembangunan. Secara tahapan hampir sama dengan yang lalu, namun untuk yang sekarang ini harus memperhatikan batas waktu dalam menginput usulan-usulan pembangunan.

Kegiatan Musrenbang ini juga dihadiri oleh Sekretaris DPRD Agam, Indra S.Sos, MAP, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Agam, Forkopimda Plus, Walinagari, Ketua Bamus, Ketua KAN, Kepala Sekolah, Tokoh Masyarakat dan stakeholders lainnya.

Musrenbang Malalak

Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kecamatan di Kecamatan Malalak, Senin (12/2), kemarin menyerap banyak aspirasi bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam.

Erdinal, Anggota DPRD Agam Dapil V yang hadir pada kesempatan itu menyebutkan, ada beberapa keinginan yang disampaikan masyarakat, salah satunya infrastruktur jalan masih menjadi keluhan sebagian besar peserta yang hadir.

Terkait dengan usulan yang menjadi skala prioritas pembangunan infrastruktur dasar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan, medapat respon positif dari angota DPRD Agam tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kepala Wali Nagari merupakan ujung tombak dari musrenbang karena perangkat Nagari yang paling paham dan mengetahui situasi dan kondisi lapangan.

“Dalam musrenbang tingkat kecamatan, sehingga Wali Nagari serta perangkatnya dituntut berperan aktif dalam menyampaikan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat, “ucap Erdinal, melalui Humas DPRD Agam, Hasneril, SE.

Ia juga menyampaikan, usulan –usulan yang disampaikan dalam musrenbang harus memperhatikan skala prioritas yang harus segera mungkin dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari masyarakat.

Dirinya berharap melalui musrenbang, dapat meningkatkan kualitas pembangunan di beberapa kecamatan yang jauh dari pusat kota.

“Kami harapkan pemerintah melalui OPD terkait yang hadir bisa mendengar langsung setiap usulan yang disampaikan,” katanya.

Musrenbang Palembayan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Jondra Marjaya meminta Pemerintah Kabupaten Agam memberikan perhatian khusus ke Kecamatan Palembayan. Karena, kecamatan itu menurutnya masih termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Agam. Salah satu yang perlu diperhatikan saat ini adalah irigasi karena banyak yang jebol, sehingga banyak lahan pertanian beralih fungsi. Selain itu, guru honor juga butuh perhatian terutama soal gaji-gaji mereka.

“Kalau bisa, guru-guru honor itu diusulkan untuk menjadi PNS,” ungkap politisi Demokrat tersebut saat menghadiri musrenbang tahun 2019 Kecamatan Palembayan di aula Kantor Camat setempat belum lama ini bersama anggota dewan lainnya, Rizki Abdillah.

Jondra juga minta kepada Dinas Pariwisata agar memberikan perhatian kepada Kecamatan Palembayan karena masih banyak potensi-potensi wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Tidak hanya itu, pasar-pasar dan sarana olahraga seperti lapangan bola kaki, basket dan lain sebagainya juga harus diperhatikan tentang kejelasan tanahnya. Jangan sampai nanti terjadi masalah terkait dengan tanah. Karena, sarana olahraga sangat berguna bagi generasi muda agar terjauh dari pengaruh narkoba dan pergaulan bebas,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Agam, Rizki Abdillah melalui Humas DPRD Agam, Hasneril menyebut, pembangunan jalan dari Padang Koto Gadang ke Matur agar didukung bersama-sama agar dapat berjalan lancar. Karena, dengan diperbaikinya jalan tersebut, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Selain itu, KK miskin perlu juga jadi perhatian pemerintah. Masih banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan pembagian raskin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Fasilitator Musrenbang, Mulyadi, menyampaikan bahwa saat ini Agam telah menerapkan e-planning dalam perencanaan pembangunan. Ia menyebutkan, sesuai mekanisme yang ada, musrenbang merupakan bagian penting dalam pematangan persiapan dan rancangan pembangunan daerah yang bermuara pada penetapan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat. Musrenbang juga dihadiri Kepala OPD, Forkopimda Plus, Walinagari, Ketua Bamus, Ketua KAN, kepala sekolah, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya.

Musrenbang Sungai Pua

Musyawarah rencana Pembangunan(Musrembang) tingkat Kecamatan Sungai Pua yang dipimpin Tim Fasilitator, Drs. Wefizar dan dihadiri 3 orang Anggota DPRD Agam, Kepala OPD, Wali Nagari dan undangan lainnya, masih berkutat pada prioritas pembangunan Infrastruktur Dasar.

Kegiatan Musrembang tingkat Kecamatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Sungai Pua, Selasa (13/2).

Tiga orang Anggota DPRD Agam dari Dapil V, yakni, Aderia, Feri Adrianto dan Tos Helmadi, ikut terlibat langsung guna mengakomodir usulan dan pokok pikiran dari masyarakat Kecamatan Sungai Pua.

Dalam kesempatan itu, berbagai usulan rencana pembangunan yang masuk dalam skala prioritas, mulai dari Pembangunan infrastruktur Jalan, jembatan, Pendidikan dan Kesehatan.

Terkait dengan usulan yang menjadi skala prioritas pembangunan inrtastruktur dasar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan, medapat respon positif dari tiga angota DPRD Agam itu.

Seperti yang disampaikan oleh Aderia, melalui Humas DPRD Agam, Hasneril, SE, bahwa Wali Nagari merupakan ujung tombak dari musrembang karena perangkat Nagari yang paling paham dan mengetahui situasi dan kondisi lapangan.

“Dalam musrembang tingkat kecamatan, sehingga Wali Nagari serta perangkatnya dituntut berperan aktif dalam menyampaikan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat,“ucap Aderia.

Ia juga menyampaikan, usulan –usulan yang disampaikan dalam musrembang harus memperhatikan skala prioritas yang harus segera mungkin dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari masyarakat.

“Usulan prioritas akan kita akomodir ketingkat Musrembang selanjutnya. Namun, kami berharap ada kerjasama dari masyarakat dan pemerintah Kecamatan untuk sama-sama menggiring program yang diusulkan ke tahap musrenbang tingkat Kabupaten,”pungkasnya.

Musrenbang Lubuk Basung

Kecamatan Lubuk Basung menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Kamis (16/2), di Aula Kantor Camat setempat.

Hadir Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam dari dapil I yakni Helmon dan Yuspidar.

Acara dibuka oleh Camat Lubuk Basung, Murni Idrus, dan dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan, Rahman, SIP.

Acara dilanjutkan dengan sambutan anggota DPRD Agam dari dan perwakilan dari Bappeda serta diskusi dan perumusan usulan kegiatan.

Melalui Humas DPRD Agam, Hasneril, SE, Anggota DPRD Agam, Helmon, dalam kesempatan itu, mengatakan, dalam Musrenbang Kecamatan ini diharapkan, peran dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dapat merumuskan prioritas yang akan diusulkan melalui Musrenbang supaya dapat dianggarkan dari APBD 2019.

“Musrenbang Kecamatan ini merupakan forum yang penting, yang bertujuan untuk menjaring usulan masyarakat,”katanya.

Menurutnya, Usulan tersebut akan menjadi bahan dalam perumusan Rencana Kerja OPD Kabupaten Agam tahun 2019. Tanpa adanya usulan melalui dokumen-dokumen dari Nagari yang ada di Kecamatan Lubuk Basung, kegiatan tidak dapat didanai oleh APBD, sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat memasukkan usulan dalam pembangunan.

Musrenbang Tanjung Mutiara

Berbagai cara dilakukan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam guna menyerap aspirasi masyarakat, misalnya melalui momen Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau biasa disebut Musrenbang. Selasa (13/2), Kecamatan Tanjung Raya, menggelar Musrenbang.

Musrenbang merupakan agenda tahunan di mana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian di usulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan melalui Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran.

Anggota DPRD Agam, Masrizal, SH, saat berbincang-bincang dengan Padangmedia.com, usai kegiatan Musrenbang Kecamatan Tanjung Mutiara mengatakan, jika pihaknya ingin menyerap aspirasi masyarakat, dirinya sendiri telah melakukan reses di daerah pemilihannya.

“Tujuan Musrenbang sebenarnya untuk menyerap aspirasi masyarakat yang berada di masyarakat, makanya saya ikut mengawal Musrenbang di Tanjung Mutiara, selanjutnya akan dilihat nantinya yang masuk dalam kategori prioritas untuk diusulkan masuk kedalam program pembangunan pemerintah,”kata anggota DPRD dari Fraksi PKS itu.

Ia mengakui, jika melalui kegiatan Musrembang yang dilakukan ini anggota DPRD dapat mengetahui secara lebih jauh tentang kondisi masyarakat sehingga dapat mengoptimalkan pelaksanaan program serta evaluasi pembangunan di Kabupaten Agam.


Selain melaksanakan tugas dan fungsi kedewanan, menurutnya kegiatan ini untuk mendukung optimalisasi kinerja DPRD Kabupaten Agam. Sebagaimana diketahui situasi dan kondisi masyarakat saat ini yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi serta menuntut anggota DPRD untuk memiliki kemampuan yang cepat dan tinggi dalam menyerap apa yang terjadi di masyarakat dan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat di daerah pemilihan masing-masing anggota DPRD.

“Dari kegiatan ini, tentu kita akan dapat masukan dan usulan dari masyarakat terkait pembangunan, semua masukan yang dihasilkan dari Musrembang harus menjadi catatan bagi anggota DPRD lalu dibawa ke masa persidangan untuk di pertimbangkan serta ditindaklanjuti sekiranya aspirasi itu dapat dimasukkan ke dalam rencana kerja tahunan,”pungkasnya. (fajar/adv)

Berita Terkait

Leave a Reply