Yusuf Abit Menduga Ada "Titipan" di Pemilihan Uda Uni Sumbar 2021
  • Home
  • Berita
  • Yusuf Abit Menduga Ada “Titipan” di Pemilihan Uda Uni Sumbar 2021

Yusuf Abit Menduga Ada “Titipan” di Pemilihan Uda Uni Sumbar 2021

PADANG- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat daerah pemilihan delapan, Muchlis Yusuf Abit menduga ada “titipan” di ajang pemilihan Uda Uni Sumbar 2021.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumbar itu mengaku menyaksikan malam final event tersebut dan menduga ada permainan dalam penetapan pemenang.

“Saya melihat betul, menduga ada permainan di malam (final) itu, ada nuansa politik, ada titipan juga,” ungkap Yusuf kepada Padangmedia, Rabu (10/11).

Yusuf mengatakan, adalah suatu keanehan ketika keputusan bersama yang sudah diumumkan dewan juri, diprotes oleh juri sendiri.

“Aneh, keputusan dewan juri diprotes sendiri oleh juri, jadi saya berpandangan tidak ada kejujuran, jadi penilaiannya seperti tidak profesional begitu,” kata Yusuf.

“Mereka masuk ruangan dan keluar lagi untuk mengumumkan bahwa ada nilai yang sama, tapi tidak disebut kontestan yang nilai sama dimaksud,” tukuknya.

Yusuf menambahkan, keputusan yang dinilainya tidak profesional itu merusak mental dan menghancurkan karakter salah satu peserta yaitu Mutiara Zorena Rezky, Uni utusan Pesisir Selatan.

“Tadinya saya berpikir paling tidak ada juara di enam besar itu yang dua orang, sebutlah juara harapan misalnya, dan semua mendapat penghargaan. Tapi ini (yang terjadi) seperti mendiskreditkan,” bebernya.

Keanehan lainnya, hasil akhirnya pasangan juara 1 (Uda dan Uni) sama-sama berasal dari Agam, padahal kontestan Uni dari Agam adalah yang masuk belakangan karena nilai yang sama tersebut.

“Mengapa bisa utusan Agam yang menang juga, padahal ada kontestan perempuannya dari daerah lain yang nilainya lebih baik. Jadi saya mengindikasikan permainannya di situ,” sebutnya.

Yusuf membeberkan apa yang dilihatnya pada malam puncak kegiatan tersebut, tentang adanya salah satu juri yang protes terhadap keputusan dewan juri. Sehingga ia mencurigai bahwa permainannya di situ. Ada yang ingin mencari muka ke gubernur, karena gubernur orang Agam.

“Gubernur itu buya, tidak mungkin merestui cara-cara seperti itu, tapi orang yang bermain di sini sepertinya ingin cari muka, ABS (asal bapak senang),” tudingnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pessel Darwiadi berharap mekanisme penilaian Uda Uni dievaluasi. Menurutnya, juri harus punya parameter yang jelas dalam melakukan penilaian.

“Bagaimanapun, ini kita jadikan kesempatan mengevaluasi, dan semestinya pihak penyelenggara harus menyusun mekanisme yang baku yang tak bisa diganggu atau diprotes lagi setelah ditetapkan,” kata Darwiadi.

Menanggapi polemik pemilihan Uda Uni Sumbar 2021 tersebut, Darwiadi berharap semua pihak dapat menahan diri dan melihat secara jernih dan objektif.

“Semua harus berdasarkan kajian, harus paham inti persoalan. Kalau ada kealpaan atau ketidaksengajaan, maka itu harus disikapi secara bijak,” jelasnya.

Dia meminta agar Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar menjelaskan apa yang terjadi dalam pemilihan tersebut sehingga jelas duduk persoalannya. Kalau tidak segera disampaikan kepada masyarakat, bisa saja persoalan itu akan menjadi semakin ramai.

“Harus secepatnya dibuka ke publik biar jelas dan tidak menimbulkan persepsi bermacam-macam,” tandasnya. (Zal)

Berita Terkait

Leave a Reply