
BANGKA BARAT – Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti mengungkapkan keterlibatan masyarakat dibutuhkan untuk melestarimab kota tua di daerah itu.
“Keterlibatan masyarakat itu penting, karena melestarikan kota tua tudak bisa jika hanya dilakukan pemerintah saja,” ujarnya saat pelatihan Lanskap Kota Bersejarah (Historic Urban Landscape) di Museum Timah Indonesia – Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dia menambahkan, beberapa pendekatan sudah dilakukan pemerintah Kota Sawahlunto serta kebijakan yang mendapat dukungan dari legislatif.
“Inii juga telah dipaparkan oleh Walikota Sawahlunto dalam ajang Organization World Heritage Cities (OWHC) di Cina, sebagai salah satu upaya dalam menuju Warisan dunia,” sebutnya pada pelatihan yang juga diikuti Ikatan Arsitek Indonesia, Akademisi serta komunitas budaya di Indonesia ini.
Terkait pemaparan ini, Kepala Seksi Peninggalan Bersejarah Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Sawahlunto, Rahmat Gino menyatakan kota Sawahlunto dalam pelatihan Historic Urban Landscape) ini menjadi narasumber kegiatan.
Selain dari praktisi dan komunitas pelestarian, juga ikuti dari Rotterdam Government City Belanda, Komunitas Penang Heritage Malaysia, pungkasnya. (tumpak)






