SAMARINDA- Sebanyak 20 orang wartawan yang bertugas meliput di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan studi tiru ke Provinsi Kalimantan Timur, Minggu sampai Rabu (9 sampai 12 Juni 2024). Studi tiru tersebut untuk meningkatkan kapasitas terkait pelaksanaan tugas jurnalistik dan menambah pengalaman dengan mengetahui teknik dan strategi DPRD daerah lain dalam membangun sinergitas publikasi dengan wartawan.
Kedatangan wartawan parlemen Sumatera Barat di Gedung DPRD Kalimantan Timur itu diterima dua orang tenaga ahli DPRD setempat, Farah Silvia dan Tri Wahyuni dan Bersama Kepala Bagian Fasilitasi, Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Kalimantan Timur Andi Razaq dan jajarannya, Senin (10/6/2024).
Andi Razaq menyampaikan apresiasi kepada wartawan parlemen Sumatera Barat yang berkunjung. Menurutnya, hubungan kemitraan DPRD dan wartawan di DPRD Provinsi Kalimantan Timur berjalan cukup baik. Pihaknya terbuka bagi seluruh media untuk melakukan peliputan di DPRD serta tidak membatasi ruang peliputan.
“Sepanjang kegiatan DPRD dinyatakan terbuka, kami akan memberi ruang kepada wartawan untuk meliput. Kalaupun misalnya kegiatan tertutup, usai kegiatan akan diberi kesempatan untuk proses wawancara,” kata Andi Razaq.
Dia menyampaikan, dengan adanya kunjungan tersebut pihaknya mendapatkan kesempatan juga untuk mengetahui bagaimana pola kemitraan dan kerja sama yang dilaksanakan oleh Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat dengan media dan wartawan. Menurutnya, pertemuan itu menjadi momen untuk berbagi pengalaman sehingga bisa saling memberi dan menerima masukan khususnya di dalam pengelolaan publikasi dan kerja sama dengan pihak media.
Tenaga Ahli DPRD Provinsi Kalimantan Timur Tri Wahyuni yang juga merupakan Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan selamat datang kepada wartawan Sumatera Barat yang berkunjung. Momen tersebut selain untuk peningkatan kapasitas dan berbagi pengalaman, sekaligus sebagai silaturahim yang diharapkan akan berlanjut di masa mendatang.
Menurut Tri, keberadaaan wartawan sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD. Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD juga membutuhkan media sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan bisa diketahui oleh masyarakat.
“Secara umum keberadaan media di Kalimantan Timur sangat dihargai sehingga provinsi ini meraih peringkat pertama kemerdekaan pers,” kata Tri Wahyuni.
Kunjungan wartawan Sumatera Barat ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur didampingi oleh dua orang staf Bagian Persidangan, Risalah dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat Ida Wulandari dan Arneli Amran. F






