
PADANG – Himbauan Walikota Padang terkait saling menjaga ketentraman dan ketertiban selama bulan suci ramadhan 1437 H serta larangan tidak menjual petasan sepertinya tidak dihiraukan oleh sebagian masyarakat. Buktinya, di kawasan Jembatan Siti Nurbaya, banyak anak-anak bermain petasan.
Kondisi itu sudah dikeluhkan beberapa warga setempat. Mereka menilai, anak – anak bermain petasan sudah di luar kendali. Mereka main petasan hingga larut malam.
Bahkan, ketika di masjid masyarakat masih melaksanakan ibadah tarawih, anak anak tersebut sudah menggelar aksi bakar mercon atau petasan.
“Ini sudah mengganggu sekali. Umat muslim yang sedang beribadah menjadi tidak khusuk,” kata Rudi (47), salah seorang warga Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau.
Menurutnya, bukan hanya membakar petasan saja yang dilakukan anak anak itu. Kadang mereka datang menggunakan sepeda motor lalu berkumpul di atas jembatan dan tawuran dengan senjata tajam. “Mana aparat penegak hukum, kenapa tidak dilakukan tindakan?” tanyanya.
Ia berharap, ada ketegasan dari aparatur hukum untuk menindak perilaku buruk dari anak-anak tersebut. Ia juga minta aparat untuk menindak para penjual petasan. “Saya sangat mengharapkan ketegasan aparatur terkait. Ini sudah keterlaluan,” ungkapnya. (baim)






