
SAWAHLUNTO – Kondisi dinding pagar bangunan ruang rapat pertemuan Dinas Pertanian dan Kehutanan yang dibangun tahun 2014 sudah merengkah. Sebagiannya bahkan sudah terban sehingga membuat warga Kolok Mudiak yang bermukim tak jauh dari kawasan itu cemas.
Kecemasan makin tinggi saat kondisi musim penghujan karena dikhawatirkan dinding penahan dan pagar bisa roboh. Bangunan tersebut juga dikhawatirkan akan longsor ke rumah warga yang berada di bawah dan berdekatan
dengan bangunan itu.
Marno (68), salah seorang warga Kolok Mudiak Kecamatan Barangin kepada padangmedia.com, Minggu (4/9) mengatakan, kondisi seperti itu sebelumnya sudah disampaikan secara lisan kepada dinas terkait. Namun, belum ada tindak lanjutnya hingga sekarang.
Menurutnya, kondisi seperti itu sudah hampir dua tahun. Meski pernah ada perbaikan, namun dam penahan tersebut tetap turun dan dinding pagarnya retak.
“Kami hanya bisa berharap bangunan yang retak ini dapat diperbaiki agar warga tak cemas kalau nanti akan rebah dan menimpa bangunan lainnya,” pinta Masno.
Kondisi dinding pagar Dinas Pertanian Kota Sawahlunto sebelumnya dikerjakan CV Bintang Karya Agung dengan nomor kontrak :02/SPK-DRRD-Sekre-DIPERTAHUT/
Kondisi itu diduga akan semakin parah dan bisa membahayakan rumah penduduk. Terlebih apabila dibiarkan pada musim penghujan saat ini.
Merengkahnya bangunan pagar pembatas yang terletak di belakang bangunan proyek yang dikerjakan CV Bintang Karya Agung itu dibenarkan Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto, Trison Ajusman.
“Benar terjadi retakan karena turunnya dinding menahan, di belakang bangunan ruang pertemuan Dinas Pertanian dan Kehutanan ini,” katanya. (tumpak)






