
TUAPEIJAT – Kepedulian terhadap lingkungan memang sudah tidak asing lagi didengar. Bahkan, dunia sudah menyuarakan soal kebersihan, namun di daerah Mentawai sendiri masih banyak ditemukan masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan.
Kehadiran seorang WNA, yakni Karen Ball yang mengelola salah satu yayasan A Perfec Foundation di Mentawai membuat program dalam pemanfaatan sampah untuk didaur ulang. Ia juga memberikan les pendidikan bahasa Inggris dan surfing di Dusun Mapadegat Kecamatan Sipora Utara.
Ia mengatakan, Mentawai adalah surga dunia bagi pecinta surfing. Laut merupakan kekayaan alam yang ada di Bumi Sikerei. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut dan sampah bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang.
“Prinsipnya, kita menyadarkan masyarakat dalam kebersihan lingkungan dengan melakukan sosialisasi dan mengajak anak-anak cinta lingkungan dalam aksi mengumpulkan sampah plastik untuk dimanfaatkan,” ucap Karen di Pantai Jati Beach, Minggu (22/4).
Diakuinya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Kepulauan Mentawai memang belum ada. Walaupun demikian, masyarakat bisa tetap memanfaatkan sampah tersebut untuk didaur ulang.
“Saat ini, kita mulai galakkan kepedulian lingkungan dengan menyuarakan kepada masyarakat ‘Ayo jangan buang sampah sembarangan’, seperti sampah plastik. Kita juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah plastik,” ucap Karen.
Ke depan, katanya, ia akan memfokuskan program pengolahan sampah di Mentawai, karena masyarakat sudah mulai sadar akan lingkungan. Ia dan rekan-rekan juga akan mencarikan solusi bagi masyarakat untuk memanfaatkan sampah. Walaupun TPA belum ada di Mentawai, akan tetapi sampah tersebut bisa didaur ulang untuk mengurangi dampak pembuangan sampah.
Karen Ball berharap lebih banyak lagi masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan dan mengolah sampah menjadi bermanfaat, mengerti akan kebersihan kemana-kemana serta membawa tas tempat plastik. (ers)






