Warga Antusias Berebut Gunungan Berkah Grebeg Soero
  • Home
  • Berita
  • Warga Antusias Berebut Gunungan Berkah Grebeg Soero

Warga Antusias Berebut Gunungan Berkah Grebeg Soero

Tradisi grebek soero di Kota Sawahlunto, Minggu (2/10) sore. (tumpak)
Tradisi grebek soero di Kota Sawahlunto, Minggu (2/10) sore. (tumpak)

SAWAHLUNTO – Warga Kota Sawahlunto antusias mengikuti kegiatan tradisi Grebeg Suro. Dua gunungan hasil bumi menjadi rebutan warga dalam tradisi yang digelar di Kompleks Museum Goedang Ransoem Kota
Sawahlunto, Minggu (2/10) sore.

Tradisi berebut gunungan itu merupakan rangkaian akhir yang diawali dengan kirab dimulai dari rumah dinas Walikota Sawahlunto. Kirab dimeriahkan dengan berbagai kesenian Paguyuban Jawa yang ada di kota itu. Mulai kuda kepang, kesenian gamelan, barisan anak-anak dan remaja berpakaian adat serta Jatilan.

Ikut dalam kirab Grebeg Suro yang digelar Paguyuban Ki Sapu Jagat itu, Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf dan Wakil Walikota Ismed. Mereka menggunakan kereta kencana serta pengurus paguyuban.

Ada dua gunungan hasil bumi yang ikut dikirab sampai ke Kompleks Museum Goedang Ransoem. Selanjutnya digelar ritual pemotongan nasi tumpeng dan do’a bersama yang diikuti warga. Namun, masih di tengah perhelatan, dua gunungan itu sudah menjadi rebutan warga. Bahkan, ratusan warga rela berdesak-desakan.

Warga percaya jika mendapatkan barang hasil rebutan bisa membawa berkah tersendiri. “Sayuran ini nanti akan saya masak untuk makan bersama keluarga biar mendapat berkah,” ungkap Yatmi (51), salah seorang warga yang ikut rebutan gunungan hasil bumi.

Lain halnya dengan Riyandi (19), pemuda Kubang Sirakuk. Ia hanya tertarik berebut kue yang ada pada gunungan grebeg soero tersebut. “Kuenya sudah dido’akan, tentu bisa dimakan dan iseng berebetan dengan kawan-kawan
lainnya,” sebut Riyandi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Ki Sapu Jagat, Iwan darmawan mengungkapkan, agenda tradisi tahunan itu sengaja digelar sebagai wujud syukur warga Kota Sawahlunto  atas limpahan rahmat dan berkah serta kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, tradisi kirab gunungan di bulan Suro juga dilakukan untuk mengenalkan kebudayaan leluhur yang tetap dilestarikan.

Hingga kini, wujud syukur dan do’a bersama dalam rangkaian Grebeg Soero ini masih dilaksanakan warga setiap tahunnya. Warga Kota Sawahlunto yang berlatar belakang aneka ragam suku tersebut ikut menyaksikan kegiatan tersebut. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply