PADANG— Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rancangan Peraturan Daerah Kota Padang tentang Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD)Kota Padang Tahun Anggaran 2016 dalam rapat paripurna diDPRD Padang, Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang Asrizal, didampinggi Ketua DPRD Padang, Erisman Chaniago, Wakil Ketua Muhidi. Juga hadir Sekwan DPRD Padang, Muspida,Kepala-kepala Dinas serta Camat dilingkungan Kota Padang.
“Untuk penyusunan kebijakan umum APBD dan penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara tahun 2016 yang kami sampaikan ini sebelumnya telah disepakati bersama pada (16/10) lalu. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan itu maka melalui sidang paripurna ini kami menyampaikan rancanggan APBD Tahun 2016 yang insha Allah akan kita bahas bersama pada rapat-rapat dewan selanjutnya,”jelas Mahyeldi, Kamis (29/10).
Dalam paripurna Wako Mahyeldi menjelaskan keseluruhan posisi APBD Kota Padang pada Tahun Anggran 2016. Untuk rencana pendapatan daerah Rp2,21 triliun dan belanja direncanakan sebesar Rp 2,48 triliun ,sehingga defisit diperkirakan sebesar Rp 278,73 milyar. Pada penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 278,73 milyar dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 27,5 milyar, sehingga pembiayaan Netto sebesar Rp 278,73. Dengan demikian sisa lebih pembiayaan anggaran(silpa)pada APBD Tahun anggaran 2016 ditetapkan sebesar Rp 0,00.
“Belanja langsung yang dialokasikan penggunaannya diarahkan untuk mendukung beberapa kegiatan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan aktual yang dihadapi. Alokasi anggaran belanja tersebut didistribusikan ke dalam urusan wajib dan pilihan yang akan dilaksanakan di masing-masing SKPD,” kata Mahyeldi.
Alokasi anggaran pada APBD 2016 mendatang diarahkan pada 10 prioritas pembangunan yaitu percepatan pembangunan sarana perdagangan kota dan sentra ekonomi. Prioritas ini antara lain diarahkan pada penyelesaian pembangunan pasar raya Padang (pasar Inpres III dan IV), pasar rakyat, serta beberapa kegiatan lainnya.
Selanjutnya peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan,seperti BOSDA pada SD, SMP, SMA dan SMK, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi. Kemudian peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana perkotaan dan transportasi kota yang diarahkan pada peningkatan jalan kota.
Kemudian pengembangan industri pariwisata dan kelautan serta pemberdayaan masyarakat pesisir dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berdaya saing. Selanjutnya peningkatan penataan ruang dan peningkatan pembangunan kawasan perumahan pemukiman perkotaan.
Selain itu juga untuk peningkatan dan pemerataan akses dan kualitas pelayan kesehatan masyarakat. Serta peningkatan penataan birokrasi dan tata kelola penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih untuk peningkatan pelayanan publik, dan terakhir untuk Pengamalan agama dalam kehidupan masyarakat.
“Kesepuluh program prioritas pembangunan ini adalah representasi dari 10 program unggulan yang kami sampaikan dan sosialisasikan sebagai solusi pembangunan Kota Padang,”ungkap Mahyeldi.(baim)







