SAWAHLUNTO – Tidak hanya di Sawahlunto, Walikota Ali Yusuf juga berkeinginan penggunaan pakaian dengan bahan kerajinan tradisional tenun songket Silungkang, juga dilakukan di lingkungan instansi vertikal yang ada di Sumatera Barat.
Hal itu diungkapkan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, di hadapan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar, Supriyo dan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sijunjung, Mercy Monika, ketika menghadiri Lunching Loket Pelayanan DPPKAD Sawahlunto, kemarin.
Dengan memberikan cenderamata satu set kerajinan tenun songket Silungkang, Bapak tiga anak itu mengajak, agar instansi vertikal yang ada di Sumatera Barat, untuk ikut mendukung upaya mengangkat kerajinan tradisional ke tingkat nasional dan internasional.
“Untuk mendukung dan mengangkat kerajinan tradisional yang kita miliki ini, jalannya dengan menggunakannya. Mungkin dengan menetapkan salah satu hari kerja, untuk memakai pakaian berbahan tenun songket Silungkang ini,” ujar Ali Yusuf.
Tenun songket Silungkang, sebutnya harus terus dipromosikan. Mulai dari tingkat lokal, hingga promosi di level internasional. Jika tidak ada aral melintang, pekan ini tenun songket Silungkang akan dipamerkan di Negeri Paman Sam.
Dalam iven pameran tersebut, tenun songket Silungkang yang diboyong Safira Butik, salah satu desainer nasional, akan ditampilkan dalam desain pakaian muslimah.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar, Supriyo mengaku sangat senang menerima cenderamata tenun songket Silungkang tersebut.
Pria berkacamata itu, mengatakan akan berupaya melaksanakan keinginan Walikota Sawahlunto tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sijunjung, Mercy Monika menanggapi keinginan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf dengan tersenyum. Sebab, wanita berambut pirang itu, tengah
mengenakan tenun Silungkang.(tumpak)







