
PARIAMAN – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengapresiasi kepedulian PT Pertamina dalam menjaga lingkungan dan kelestarian aneka ragam hayati di Sumatera Barat. Komitmen Pertamina dalam menjaga lingkungan dan kelestarian alam patut dijadikan proyek percontohan demi menjaga kelestarian kekayaan alam dari kerusakan dan kepunahan.
Apresiasi itu disampaikan Nasrul Abit saat menghadiri aksi Pertamina Peduli Lingkungan di kawasan Pantai Gandoriah Kota Pariaman, Minggu (4/2). Menurutnya, saat ini program pembangunan nasional harus berwawasan Indonesia Hijau.
“Artinya, apapun bentuk pembangunan saat ini harus berwawasan lingkungan. Baik pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.
Prinsip yang sama menurut Nasrul juga berlaku sama di Sumatera Barat. Dia mengingatkan, pemerintah kabupaten dan kota agar memberi perhatian serius kepada persoalan lingkungan dengan teliti terhadap perizinan terutama yang berkaitan dengan Analis Dampak Lingkungan (Amdal), dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).
Pada kegiatan Pertamina Peduli Lingkungan yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelestarian Lingkungan Hidup Kementerian LHK Karliansyah tersebut, PT Pertamina mengadakan serangkaian kegiatan seperti aksi bersih-bersih di Pantai Gandoriah, melepas Tukik (anak penyu, red), transplantasi terumbu karang dan peninjauan kawasan konservasi hutan Mangrove sekaligus penanaman bibit Mangrove di Desa Apar.
Nasrul menyebut, kegiatan-kegiatan yang digelar Pertamina tersebut patut mendapat apresiasi dan dukungan dari semua pihak. Terutama oleh pemerintah, pun oleh kelompok-kelompok masyarakat. Pelestarian lingkungan dan upaya penghijauan merupakan suatu keniscayaan.
“Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih kepada Pertamina yang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam upaya pelestarian lingkungan di Sumatera Barat melalui program Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkapnya.
Operation Head Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Internasional Minangkabau, Ridwan menerangkan, tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk turut berperan serta dalam menjaga keseimbangan alam serta melestarikan flora dan fauna langka di wilayah Sumatera Barat.
“Kegiatan ini juga sebagai upaya Pertamina mengambil peran dalam menurunkan emisi, efek rumah kaca serta pemanasan global,” ujarnya.
Bagi Pertamina MOR I sendiri, kegiatan tersebut menurut Ridwan memberi nilai tambah dalam pencapaian nilai proper terutama guna mendukung pencapaian Proper Emas di masa mendatang. Dia menegaskan, Pertamina juga berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi serta perawatan terhadap kecenderungan status sumber daya keanekaragaman hayati dan sumber daya biologis yang dikelola. (feb)






