Wagub Minta Masyarakat Sumbar Membuka Diri untuk Investasi
  • Home
  • Berita
  • Wagub Minta Masyarakat Sumbar Membuka Diri untuk Investasi

Wagub Minta Masyarakat Sumbar Membuka Diri untuk Investasi

Wagub dan rombongan TSR Pemprov Sumbar mengunjungi Masjid Al Wustha, Nagari Alahan Panjang, Kec.Lembah Gumanti, Kab.Solok. (foto: humas)

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit meminta masyarakat Sumatera Barat untuk membuka diri terhadap investor. Saat ini diakuinya masih ada keluhan para investor dan pengusaha secara nasional terkait sulitnya urusan tanah di Sumbar sehingga banyak orang yang tidak mau lagi berurusan soal tanah di daerah ini.

“Kita menyadari memajukan satu daerah membutuhkan dukungan para investor karena dana APBD kita amat terbatas, tidak mampu membiayai pembangunan secara keseluruhan. Sementara, tantangan hari ini, kita butuh percepatan dari berbagai sisi, termasuk pembangunan infrastruktur,” katanya.

Wagub juga menceritakan perihal dirinya saat bertemu dengan Wakil Menteri ESDM Archandra beberapa waktu lalu. Wamen ESDM menerangkan, tidak benar apa-apa yang diisukan dalam pembangunan geothermal yang ada di Solok. Provokator saja yang menjadi semua jadi buram dan menyesatkan pikiran masyarakat, sehingga menimbulkan gejolak yang tidak sehat. Padahal, semua bisa dibicarakan secara baik-baik dengan banyak pihak, pemerintah, peneliti dan lain-lain, dan mana solusi yang terbaik.

“Saya orang Minang, kata Archandra Wamen ESDM RI, tulus ingin memajukan kampung halaman. Bagaimana energi panas bumi itu dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” papar Nasrul Abit.

“Apakah kita tidak malu dengan persoalan tanah yang selalu menjadi penghambat nomor satu dalam memajukan pembangunan di Sumatera Barat. Sementara, daerah lain semakin maju dan semakin berkembang makmur untuk masyarakatnya. Marilah kita membuka diri terhadap investasi agar kemajuan dan kesejahteraan rakyat dapat kita wujudkan,” ajak Wagub menggugah.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Gusmal, Asisten Pembangunan, Kadis Perikanan, Kadis Pariwisata, Bappeda, Dinas PSDA, Dinas Kesehatan, Biro Binamental dan Kesra, Biro Humas, Forkopimcam, beberapa OPD di lingkungan Pemkab Solok.

Lebih jauh, Wagub melanjutkan, pembangunan pariwisata di Sumatera Barat menjadi salah satu prioritas dalam menggenjot kunjungan wisatawan dengan harapan kegiatan kepariwisataan mampu menggerakkan sektor ril ekonomi pembangunan daerah. Saat ini, bidang pariwisata di setiap lokasi wisata diharapkan telah punya kamar mandi, mushala yang bersih, dan tempat makanan yang halal. Karena, Sumatera Barat masuk trend wisata halal. Untuk itu, perlu kiranya Pemkab Solok membuat ruang area yang tempat orang beristirahat sejak saat melewati lokasi-lokasi indah di daerah ini.

Pembangunan pariwisata Sumatera Barat sangat bergantung dari koordinasi dan sinergitas pembangunan dengan kabupaten dan kota. Itu menjadi andalan dalam memajukan pembangunan daerah, baik dari sisi ekonomi masyarakat juga dalam bentuk pemberian pelayanan pemerintah kepada publik. Pengelolaan pariwisata yang profesional tentu akan membuat kunjungan orang akan lebih banyak dan orang akan memahami wisata Sumbar itu berbudaya, religi dan memakai adat ketimuran.

“Jika profesional pariwisata itu jalan, para wisatawan tentu juga akan menghormati budaya kita yang ada dan keamanan serta kenyamanan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat,” ujar Nasrul Abit.

Sementara itu, Bupati Solok, Gusmal menyampaikan, pengembangan pariwisata di Kabupaten Solok “Bukit Cambai” masih membutuhkan pembangunan sarana dan parasana.

Dikatakan, Kabupaten Solok dan masyarakatnya saat ini dalam kondisi aman-aman, tidak ada hal-hal yang mengkawatirkan. Jika ada dapat diselesaikan bagaimana mestinya. Program subuh berjamah dan magrib mengaji menjadi sesuatu kekuatan bagi masyarakat Solok untuk membangun mental dan kepribadian, ujarnya. (rin/*)

Berita Terkait

Leave a Reply