

TUAPEIJAT – Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengunjungi Masjid Jabat Nur Tuapeijat Km 4 Dusun Torania Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kunjungan TSR pada Sabtu (19/5) malam tersebut selain untuk menjalin silaturrahmi pemerintah daerah dengan pemkab dan masyarakat, juga untuk menghimpun aspirasi dan membuka ruang dialog pembangunan dengan masyarakat di daerah.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit pada kunjungan tersebut memaparkan perkembangan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang telah terjadi lompatan besar sehingga membuat Mentawai hari ini telah menjadi perbincangan banyak orang. Proses Trans Mentawai, pembangunan Labuhan Bajau, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta dukungan pembangunan lainnya akan menjadikan Mentawai lebih maju.
Data inkam perkapita tahun 2017 adalah Rp40 juta. Sementara, angka pengangguran dari data makro statistik adalah 6% dan kemiskinan 14%. Untuk data mikro akan diambil oleh Dinas Sosial dan Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil).
“Mentawai sudah jauh berkembang. Lihatlah jumlah kunjungan yang mulai meningkat akhir-akhir, aktifitas pemberitaan dan dinamika pembangunan di Mentawai. Mentawai punya masa depan baik di masa datang,” kata Wagub pada kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Mentawai Yudas Sabagalet, Wakil Bupati Kortanius Sabeleake yang mewakili, Assisten Pembanguan dan Kesra, Kadis Perikanan, Kadis Pariwisata, Kepala Bappeda, Sekdakab Mentawai, dan sejumlah Kepala OPD Kabupaten Mentawai.
Wagub juga menuturkan, dalam waktu dekat, persatuan perawat akan membuat film khusus tentang pelayanan kesehatan di Mentawai. Awalnya, mereka mau membuat film ini di Padang saja. Namun dikatakan Nasrul Abit, ia menyarankan untuk membuat film langsung di Mentawai, karena ada 7 pesan Sikerei tentang pelayanan kesehatan di Mentawai.
Ia juga menekankan, membangun Mentawai harus dibarengi oleh program-progam yang langsung dengan akses masyarakat. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan dan pelabuhan, untuk mengerakkan pembangunan daerah.

Wagub pun berharap, jika ada anak-anak Mentawai yang telah tamat S1 dan S2 agar pulang kampung untuk membangun kampung halaman. “Anak anak kita mesti rajin belajar. Era teknologi dan globalisasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam kemajuan pembangunan itu sendiri. Siapa yang tidak menguasai teknologi informasi akan tertinggal jauh,” pesannya.
Sementara, Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, saat ini berkat perhatian Wagub Nasrul Abit yang telah membuat berbagai pemberitaan tentang Mentawai, daerah itu menjadi perhatian dunia.
Bupati pun menghimbau masyarakat yang ada di Siberut, Sikakap dan Sipora agar momen ibadah puasa bulan ramadhan dimanfaatkan untuk membakar semangat dalam membangun untuk Mentawai yang lebih baik. Semua etnis yang ada di Mentawai, menjadi modal bagi masyarakat untuk berpacu menjaga kerukunan.
“Semangat persatuan dan kesatuan menjadi modal kuat dalam pembangunan Mentawai yang sama-sama kita cintai ini. Dengan semangat menjaga kerukunan, kita yakin mampu membawa Mentawai keluar dari kategori daerah 3 T ( terluar, terpencil dan tertinggal). Malu kita jika tidak mampu merobah imej ini. Mentawai maju merupakan harga diri kita bersama,” kata Bupati. (rin/*)






