SAWAHLUNTO – Sejak akhir Januari 2017, sudah 87 warga Sawahlunto terkena demam berdarah atau Demam Dengue (DBD). 36 di antaranya berasal dari Kecamatan Talawi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan KB Sawahlunto, dr Al Anshari membenarkan wabah DBD yang sedang melanda kota itu.
“Kondisi perubahan cuaca dan pasca kelangkaan air yang sempat melanda Kota Sawahlunto beberapa waktu menjadi salah satu pemicu berkembangnya nyamuk aedes aegypti,” sebut Al Anshari kepada padangmedia.com, Selasa (14/2).
Pemberantasan penyakit DBD, membutuhkan peran serta masyarakat dengan selalu membersihkan lingkungan tempat tinggalnya. Sementara, upaya penyemprotan hanya sanggup membunuh nyamuk dewasa.
Al Anshari menambahkan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh jajaran Puskesmas untuk mensosialisasikan kembali gerakan 3 M dan merupakan upaya pencegahan paling sederhana namun terbukti ampuh dan efektif.
“Tren berjangkitnya DBD selalu terjadi setiap pergantian musim kemarau ke musim hujan setiap awal tahun. Mari kita bersihkan lingkungan dan membersihkan tempat – tempat yang dapat tergenangnya air bersih di lingkungan,” ujarnya. (tumpak)







