Varietas Lokal Padi Gadang Rumpun Lewati Tahap Uji Adaptasi Musim
  • Home
  • Berita
  • Varietas Lokal Padi Gadang Rumpun Lewati Tahap Uji Adaptasi Musim

Varietas Lokal Padi Gadang Rumpun Lewati Tahap Uji Adaptasi Musim

SAWAHLUNTO – Varietas lokal Padi Gadang Rumpun yang tengah dikembangkan Pemko Sawahlunto memasuki tahap uji adaptasi musim. Tahapan ini merupakan bagian tahapan untuk menjadikan varietas Padi Gadang Rumpun bibit unggul berlabel.

Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto, Heni Purwaningsih menyatakan, uji coba rasa terhadap varietas benih lokal ini sudah dilakukan sebelum adaptasi musim. Pada tahap awal tahun 2013, telah dilakukan uji coba terhadap cita rasa. Beras dari varietas Padi Gadang Rumpun diberikan secara cuma-cuma pada petani.

“Soalnya, pengakuan cita rasa pertama kali adalah petani yang nantinya akan melakukan bercocok tanam,” katanya kepada padangmedia.com di kantornya, Rabu (4/11).

Dalam uji coba cita rasa, jelas Heni, beras dari varietas itu diberikan kepada sejumlah kelompok tani di seluruh kecamatan di Kota Sawahlunto. Diperoleh pengakuan dari petani bahwa cita rasa nasi dari beras varietas Padi Gadang Rumpun sangat enak dan gurih. Lalu, kelompok tani itu dianjurkan menanam benih varietas lokal ini yang diberikan secara gratis.

Perempuan jebolan Fakultas Pertanian Unand ini menambahkan, uji tanam yang telah dilakukan petani meski sempat terserang hama, namun hasil panen yang didapat cukup menggembirakan hingga 290 bulir padi setiap tangkai. Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto melibatkan perguruan tinggi dan Balai Pengawasan Sertifikasi Benih beserta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dalam uji coba benih.

“Masih ada beberapa tahapan yang akan dilakukan sebelum varietas Padi Gadang Rumpun memperoleh label dari pemerintah. Setelah uji tanam dilanjutkan dengan uji adaptasi musim. Yakni, uji adaptasi tanam musim basah dan uji tanam adaptasi musim kering,” ujar Heni Purwaningsih.

Dia mambahkan, untuk tahapan uji hama, uji tahan penyakit dan mutu beras dilakukan Balai Besar Padi Sukamandi (Bogor). Lalu, hasil uji itu diseminarkan di kota Sawahlunto dan di Kementerian Pertanian. Selanjutnya, baru mendapat pengakuan sebagai varietas bibit unggul berlabel dan dilepas di pasaran,” jelasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply