Usai Salurkan Buku dan Tas Sekolah, Gerakan JBB di Banuaran Juga Berharap Bantuan Seragam
  • Home
  • Berita
  • Usai Salurkan Buku dan Tas Sekolah, Gerakan JBB di Banuaran Juga Berharap Bantuan Seragam

Usai Salurkan Buku dan Tas Sekolah, Gerakan JBB di Banuaran Juga Berharap Bantuan Seragam

Image

PADANG- Gerakan Jumat Berkah Berbagi (JBB) kerja sama alumni SMAN 1 Padang dan Masjid Al Quwait Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung selesai membagikan dua ribuan buku tulis dan seratus tas sekolah kepada anak yatim di sekitar lingkungan yang terjangkau di wilayah tersebut.

Gerakan yang digagas komunitas Rumah Gadang Basamo (RGB), komunitas alumni SMAN 1 Padang angkatan 1987 tersebut jiga diharapkan memberikan bantuan seragam sekolah. Selain itu, juga diharapkan tas sekolah yang sesuai dengan anak-anak tingkat SLTA.

Koordinator JBB, Herwaty Taher mengatakan, penyaluran buku dan tas sekolah itu dilakukan dalam dua tahap dalam dua kali Jumat di masjid tersebut.

“Dibagi dalam dua pekan penyaluran, pertama untuk anak usia SD dan SMP serta pekan kedua kemarin untuk anak SMP dan SMA. Masing-masing 1 kodi buku dan satu tas,” kata Herawaty, Sabtu (9/10).

Sumbangan tersebut berasal dari komunitas RGB alumni SMAN 1 Padang 1987. Dia menyebutkan, hasil pendataan ada 152 anak yatim di Kelurahan Banuaran dengan jenjang pendidikan dari SD sampai SLTA.

“Tas yang sudah disalurkan ukurannya lebih kecil, kurang cocok untuk anak-anak usia SLTA. Jadi ada harapan kepada donatur untuk menyumbang tas sekolah untuk anak usia SLTA juga, menyesuaikan dengan kebutuhan mereka,” harapnya.

Dia melanjutkan, kebutuhan yang juga diharapkan dapat dibantu adalah seragam sekolah untuk anak yatim di semua jenjang pendidikan.

Tokoh masyarakat setempat, Hudi Sutomo dalam penyerahan bantuan berpesan agar bantuan tersebut dapat memacu semangat belajar anak-anak.

“Jadikan sebagai pemacu semangat belajar. Jangan sampai kehilangan harapan dan cita-cita,” ujarnya.

Dia menuturkan, sesuai tuntunan agama, anak yatim menjadi tanggung jawab masyarakat di lingkungannya. Tanggung jawab yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur. Gerakan itu menjadi ladang amal dan pembuka pintu rejeki yang lebih luas lagi. Menyantuni anak yatim dan fakir miskin merupakan salah satu pembuka pintu rejeki, bukan membuat miskin.

Ketua Masjid Al Quwait Banuaran, Saribulih berterima kasih pada semua pihak yang telah berpartisipasi dan donasi dalam Jumat Berkah Berbagi (JBB) yang telah berjalan selama 29 pekan.

“Para donatur berasal dari lembaga dan perorangan, baik dalam bentuk uang, makanan dan nutrisi. Semoga Allah selalu memberi kesehatan dan makin membuka pintu rejeki kepada para dermawan yang telah peduli dengan program JBB,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Leave a Reply