
PADANG – Kota Padang kembali naik ke status Zona Oranye pada pekan ke- 44 pandemi Covid-19. Sementara Kota Solok turun ke Zona Kuning, sehingga daerah Berstatus Zona Oranye di Sumatera Barat (Sumbar) tetap 11 kabupaten/ kota dan Zona Kuning tetap 8 kabupaten/ kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumbar Jasman Rizal selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merilis perkembangan (update) zonasi tersebut di situs resmi pemprov, Minggu (10/1/2021).
Pekan ke- 43 lalu, Kota Padang sudah turun ke Zona Kuning dengan skor 2,44. Namun pekan ke- 44 yang berlaku mulai tanggal 10 sampai 17 Januari 2021, Skor Kota Padang turun ke Zona Oranye dengan skor 2,37.
Sementara Kota Solok, yang pada pekan ke- 43 berada di Zona Oranye dengan skor 2,30, pekan ini masuk Zona Kuning dengan skor 2,45. Zona Oranye adalah kategori daerah dengan risiko sedang penularan Covid-19, dengan skor 1,81 sampai 2,40. Sedangkan Zona Kuning adalah daerah dengan risiko rendah dengan skor 2,41 sampai 3,00.
Jasman merinci, 11 kabupaten/ kota yang masuk Zona Oranye diurut berdasarkan skor adalah sebagai berikut:
- Kota Padang (skor 2,37)
- Kota Bukittinggi (skor 2,31)
- Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,31)
- Kabupaten Sijunjuang (skor 2,29)
- Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,27)
- Kabupaten Agam (skor 2,26)
- Kabupaten 50 Kota (skor 2,18)
- Kabupaten Solok (skor 2,17)
- Kota Sawahlunto (skor 2,16)
- Kabupaten Pasaman Barat 11. (skor 2,15)
- Kota Padang Panjang (skor 2,13).
Jasman mengungkapkan, dari urutan tersebut, skor paling rendah pada Zonasi Oranye adalah Kota Padangpanjang dan Kabupaten Pasaman Barat.
“Diharapkan semua Kabupaten dan Kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sampel kepada warganya, untuk penanganan Covid-19 lebih baik lagi,” kata Jasman.
Sementara itu, delapan kabupaten/ kota lainnya masuk dalam kategori daerah dengan Zona Kuning, termasuk Kota Solok yang sebelumnya berstatus Zona Oranye. Delapan daerah tersebut adalah:
- Kabupaten Dharmasraya (skor 2,64)
- Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,63)
- Kota Pariaman (skor 2,59)
- Kota Payokumbuah (skor 2,57)
- Kabupaten Solok Selatan (skor 2,51)
- Kabupaten Tanah Data (skor 2,48)
- Kabupaten Pasaman (skor 2,45)
- Kota Solok (skor 2,45).
Melihat skor di atas, ujar Jasman, pada pekan ke- 44 pandemi Covid-19 di Sumbar, Kabupaten Dharmasraya memiliki skor terbaik. Dharmasraya sebelumnya berada dalam Zona Oranye dan sekarang berada pada posisi Zona Kuning.
Jasman mengharapkan, dengan pemberlakuan Perda Provinsi Sumatera Barat nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, akan semakin mempercepat memutus mata rantai Covid-19.
Sementara itu, pada pekan ke- 44 pandemi Covid-19 di Sumatera Barat tidak ada kabupaten/ kota yang masuk ke Zona Merah. Meski, juga belum ada yang berhasil turun status ke Zona Hijau. Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian. (Febry/*)






