PADANG- Guna mengawal pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Sumatera Barat tahun 2015, Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat menggelar rapat kordinasi (rakor).
Rakor digelar selama tiga hari di Hotel Bumi Minang, Padang mulai Senin sampai Rabu (14 sampai 16/9) membahas berbagai permasalahan terkait penyelenggaraan pilkada. Rakor tersebut menghadirkan banyak narasumber mulai dari pimpinan Bawaslu RI, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dari Kemendagri, KPK, PPATK dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua Bawaslu provinsi Sumatera Barat Elly Yanti menjelaskan, tujuan dari rakor tersebut adalah dalam rangka pengawasan partisipatif dan meningkatkan sinergi stakeholder untuk mengawal pemilihan pemimpin yang bersih, berintegirtas dan damai.
” Untuk mengawal dan memaksimalkan pengawasan dalam pemilihan, perlu mendapat dukungan dari seluruh stakeholder baik dari pemerintah, masyarakat dan instansi terkait lainnya,” kata Elly.
Rakor tersebut dibagi dalam beberapa sesi yang antara lain akan membahas dukungan fasilitasi pemerintah, titik-titik rawan pilkada dan penegakan etik. Selain itu juga akan membahas permasalahan integritas pilkada di tengah ancaman politik uang dan penyalahgunaan wewenang oleh petahana.
Di samping itu dalam rakor tersebut juga akan membahas seputar sengketa dan penegakan hukum pilkada. Termasuk juga upaya pengawasan partisipatif.
“Pada akhirnya, rakor ini diharapkan akan membangun komitmen untuk mewujudkan pilkada Sumbar yang berbudaya, bermartabat, aman dan damai,” tandasnya. (feb)






