

PESSEL – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) tahun 2018 secara umum berjalan lancar dan tertib. Semua siswa dapat mengikuti dengan baik dan tertib dan hampir tidak ada kendala yang berarti di Sumatera Barat.
Wakil Gubenur Sumatera Barat Nasrul Abit menyatakan hal itu setelah beberapa hari pantauannya terhadap pelaksanan UN di Sumbar bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Drs. Busharman Bur, MM.
Menurut Wagub, UN di Sumbar memang masih ada 13 persen yang belum berbasis Komputer karena belum memiliki kelengkapan komputer serta jaringan listrik dan internet. Khusus di Kabupaten Pesisir Selatan, termasuk daerah yang rendah dalam pelaksanaan UNBK di mana 60 persennya masih UN menggunakan kertas pensil karena peralatan komputer yang masih kurang.
Dari data Dinas Pendidikan, dari 23 SMA di Pessel, baru 5 sekolah dengan jumlah siswa peserta 1.380 yang UNBK. Sedangkan 16 sekolah dengan siswa peserta 3.886 melaksanakan UNKP. Sementara dari 16 MA, 7 sekolah dengan siswa peserta 547 UNBK dan 9 sekolah dari siswa peserta 784 masih UNKP.
“Kita berharap pada tahun 2019, semua SMA dan MA sudah UNBK. Nanti akan dibicarakan dengan pak Gubernur, DPRD Sumbar bersama Dinas Pendidikan bagaimana mencari solusi dan pengadaan yang bagaimana, karena jika ditotal akan memakan biaya besar,” kata Wagub.

Minimal bagi daerah yang telah memiliki jaringan listrik dan internet, akan dibantu Pemprov dengan pengadaan komputer. Namun, ia juga berharap ada pihak BUMN dana CSR dan pihak-pihak lain-lain dapat membantu.
Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, Pemprov telah melakukan penambahan penerimaan jumlah siswa berprestasi di sekolah favorit sebagai upaya percepatan meningkatkan daya saing anak-anak dengan kualitas yang terbaik. Penambahan pembinaan sekolah favorit di berbagai daerah kabupaten/kota di Sumatera Barat, sehingga semua anak-anak berprestasi terbaik di masing-masing daerah dapat tersalurkan semuanya dalam meningkatkan kemampuan daya saingnya.
Hal itu dinilai sangat penting untuk menyiapkan SDM Sumbar yang cerdas, inovatif, kreatif, berkarakter dan berbudaya dalam menghadapi tantangan global dan pasar bebas, hari ini dan esok. Jika tidak disikapi dengan baik, dikhawatirkan generasi muda tidak siap dan terbawa arus globalisasi serta bisa menjadi tamu di negeri sendiri.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman Bur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan penyelenggaraan UN di Sumbar sehingga bisa berjalan dengan baik dan lancar. Ia juga memberi apresiasi terhadap pihak PLN dan Telkom yang telah memberikan kontribusi aktif sehingga hampir tidak ada kendala, semua sesi pergantian berjalan tepat waktu pada UNBK.
Bagi sekolah yang saat ini masih UNKP, terutama di daerah yang telah memiliki jaringan akan menjadi perhatian untuk UNBK tahun 2019. Wagub Nasrul Abit dan rombongan juga melakukan kunjungan peninjauan pelaksanaan akhir UN SMA dan MA 2018 pada SMAN 2 dan SMAN 1 Koto XI Tarusan, SMA Negeri 2 Painan, SMAN 3 Unggul Pessel dan SMAN 2 Bayang. (rin)






