
PADANGPANJANG – Mengatasi penurunan pemasaran susu sapi dari sejumlah daerah akibat dampak wabah Covid-19, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padangpanjang mengajak peternak susu mengolah kelebihan produksi susu sapi mereka, menjadi keju di Rumah Keju Milik Dinas tersebut.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padangpanjang, Ade Nafrita Anas, SP, MP, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (3/6) mengakui bahwa permintaan susu selama wabah covid 19 jauh mengalami penurunan.
“Permintaan pasar sebelum wabah bisa mencapai lebih dari 900 liter susu per hari, namun sekarang hanya 200 sampai 400 perhari. Dengan itu, kami menyarankan peternak untuk mengolah kelebihan produksi susu menjadi produk olahan lain yang memiliki umur simpan yang lebih panjang seperti keju,” paparnya.
Ade mengatakan, proses pengolahan keju ini dilakukan di Rumah Keju yang beralamat di Kel. Ganting ( bekas kantor Ketapangluh). Dimana, sejumlah peternak sebelumnya telah mendapat pelatihan cara mengolah susu menjadi keju dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padangpanjang.
Selain itu, Dispangtan berencana menggandeng pihak ketiga yang berminat, membeli produksi susu sapi perah, bila kondisi penurunan permintaan susu sapi masih terjadi.
Susu sapi merupakan salah satu produk unggulan Kota Padangpanjang. PT. Fonterra brand Indonesia bahkan mengakui produksi susu yang dihasilkan oleh peternak Kota Padangpanjang berkualitas ekspor.
“Kita berharap dalam menuju new normal, produksi susu sapi di Kota Padangpanjang makin menggeliat,” pungkas Ade. (de)






