Turunkan Stunting, Pemko Padangpanjang Siapkan Langkah Percepatan
  • Home
  • Berita
  • Turunkan Stunting, Pemko Padangpanjang Siapkan Langkah Percepatan

Turunkan Stunting, Pemko Padangpanjang Siapkan Langkah Percepatan

Image

PADANGPANJANG – Menindaklanjuti Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) yang dicanangkan Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang menyiapkan sejumlah langkah percepatan penurunan stunting.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, Senin (21/3), di Aula Kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA).

Sekdako Sonny menyampaikan, verifikasi dan validasi terhadap data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Anak Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dengan angka stunting 15,57% diperlukan. Begitu juga dengan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), menetapkan angka stunting 20%.

“Untuk membedakan mana yang betul-betul stunting dan tidak stunting, diperlukan pendataan verifikasi dan validasi. Dalam penanganan stunting harus tepat sasaran, tepat program, dan tepat anggaran. Kami berharap seluruh tim yang tegabung bekerja ekstra. Koordinasi berjalan dengan baik,” katanya.

Dikatakannya lagi, dari data tersebut dilakukan pemetaan, langkah-langkah pencegahan sebelum terjadi maupun penanganan bila sudah terjadi.

Sementara itu, Ketua TP-PKK, dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP mengatakan, pencegahan stunting merupakan hal yang sangat penting.

“Di sinilah tugas BKKBN bersama Generasi Berencana (GenRe). Anak-anak GenRe, anak-anak PIK-R menjadi wadah informasi pada teman-temannya. Karena salah satu penyebab stunting adalah pengetahuan ibu yang kurang. Kedua, anak menikah dini. Ketiga, jarak anak terlalu dekat, berimbas terhadap konsumsi gizi ibu dan anak. Kemudian, memberikan penyuluhan penguatan pemantauan pada 1.000 HPK ( Hari Pertama Kehidupan),” tuturnya.

Dokter Spesialis Anak, dr. Yunira Yunirman, Sp.A menuturkan, yang diprihatinkan dari stunting bukan hanya l sekadar mengejar tinggi badan, tetapi perkembangan kognitif anak. “Yang nanti menjadi beban keluarga. Kalau tinggi mungkin bisa bertambah,” ujarnya. (de)

Berita Terkait

Leave a Reply