Tuako HBT: Kenapa Krematorium Berizin Lengkap Harus Diprotes?
  • Home
  • Berita
  • Tuako HBT: Kenapa Krematorium Berizin Lengkap Harus Diprotes?

Tuako HBT: Kenapa Krematorium Berizin Lengkap Harus Diprotes?

PADANG – Terkait protes yang dilakukan warga Kelurahan Pasar Gadang tentang keberadaan rumah pembakaran jenazah (krematorium) di Jalan Pasar Borong III, Kelurahan Batang Arau, Tuako HBT Andreas Sofiandi, mengatakan, persoalan adanya protes warga ia tak keberatan. Namun, menurutnya, seharusnya masyarakat juga memprotes krematorium yang ada di Bungus dan Gunung Padang.

“Mengapa krematorium yang tidak menyalahi yang diprotes warga, seharusnya masyarakat juga memprotes krematorium yang sudah jelas-jelas menyalahi aturan tersebut? Mengapa krematorium.yang sudah lengkap izinnya yang diprotes?” ucapnya saat dikonfirmasi padangmedia.com, Minggu malam (1/11) di Pondok.

Disampaikan, seharusnya krematorium yang ada di Bungus itu yang sangat menyalahi. Sebab, krematorium itu tidak berizin IMB maupun izin menyangkut dengan pengolahan limbah dan kemudian berdiri di tanah Pemda serta tidak membayar sewa. Lokasinya pun terlalu dekat dengan Pertamina.

“Pada waktu pembakaran, asapnya ikut membawa bunga api, tentu itu sangat berbahaya bagi Pertamina Bungus, namun mengapa masyarakat tidak protes,” ujarnya.

Andreas mengatakan, kalau yang di Bungus itu, ia tahu menyalahi aturan. Karena, di tahun 1997, krematorium yang di Bungus itu ia yang membangun dengan uang pribadi. Masyarakat sebaiknya memprotes krematorium di Bungus, yang memiliki mesin berbeda. Juga saya tentu bertanggung jawab dengan perkataan saya, kata Andreas.

“Saya menyayangkan mengapa krematorium yang ada di Jalan Pasa Borong III yang sudah memiliki izin lengkap, dan lolos uji emisi, serta memiliki alat termodren yang didatangkan langsung dari Korea, masih didemo. Alat krematorium itu, merupakan alat tercanggih dan tidak mengeluarkan asap sedikitpun,” jelas Andreas.

Mesin krematorium yang ada di Pasar Gadang, menurut Andreas, sudah dilakukan pengujiannya serta disaksikan langsung oleh Walikota. Lebih jauh dikatakan Tuako, ia harus beraksi terkait protes tersebut. Sebab, katanya, mereka yang protes bukan warga Kelurahan Batang Arau, tapi warga Pasa Gadang. Andreas melanjutkan, dia belum tahu siapa pihak yang mengompori masyarakat sehingga terjadi seperti ini.

“Yang jelas, pasti ada yang memanfaatkan situasi seperti ini. Kita lihat bersama, krematorium itu izinnya sudah lengkap dan tidak ada lagi persoalan,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, ini merupakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Jika dipermasalahkan oleh masyarakat, ia minta masyarakat juga memprotes semua krematorium. Andreas pun  menduga dalam hal ini ada orang-orang yang memanfaatkan pers dan masyarakat atas kepentingan tersendiri.

“Protes dulu krematorium yang jelas-jelas menyalahi aturan. Kenapa yang sudah benar diprotes,” ungkap Andreas. (baim)

Berita Terkait

Leave a Reply