Truk Semen Rusak, Jalur Padang-Bukittinggi Sempat Terganggu
  • Home
  • Berita
  • Truk Semen Rusak, Jalur Padang-Bukittinggi Sempat Terganggu

Truk Semen Rusak, Jalur Padang-Bukittinggi Sempat Terganggu

Arus lalulintas sempat buka tutup di Lembah Anai, Minggu (29/11) dini hari. (isril)
Arus lalulintas sempat buka tutup di Lembah Anai, Minggu (29/11) dini hari. (isril)

PADANGPANJANG – Akibat sebuah kendaraan truk pengangkut semen mengalami patah as roda di jalan Lembah Anai, arus lalulintas Padang – Padangpanjang-Bukittinggi terganggu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun, petugas Satlantas Polres Kota Padangpanjang melakukan tutup buka jalan untuk kelancarana kendaraan menuju Padang dan sebaliknya.

Kasat Lantas Polres Kota Padangpanjang melalui Kanit Laka Yaddi Purnama yang dikonfirmasi padangmedia.com, Minggu (29/11) sekitar pukul 01.30 dinihari tadi membenarkan peristiwa tersebut. Arus lalulintas pagi tadi telah kembali normal setelah kendaraan dievakuasi dari jalan yang menghubungkan Padangpanjang dengan Padang tersebut.

“Kendaraan pengangkut semen tersebut datang dari arah Padang dan mengalami kerusakan patah as sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak ada korban dalam kasus ini, namun sedikit mengganggu arus lalulintas Padangpanjang – Padang. Untuk itu, kami melakukan tutup buka agar kendaraan yang melewati TKP tetap dapat melewatinya meskipun agak tersendat,” ungkap Kanit Laka Polres Kota Padangpanjang, Yaddi Purnama.

Belum diketahui penyebab kerusakan kendaraan truk Hino pengangkut semen tersebut. Meskipun diguyur hujan lebat, petugas Satlantas Polres Kota Padangpanjang tetap mengatur arus lalin agar pemilik kendaraan tidak mengalami kemacetan panjang.

“Kami menghimbau pemilik kendaraan baik itu kendaraan pribadi, angkutan umum atau kendaraan berat, untuk terlebih dahulu mengecek kondisi kendaraan dan mematuhi peraturan lalulintas agar perjalanan lancar. Kalau tidak, tentu akan berbahaya, tidak saja bagi pemilik kendaraan tapi juga pemilik kendaraan lainnya, seperti terganggunya arus lalintas. Yang lebih buruk terjadinya kecelakaan akibat kelalaian,” jelas Yaddi Purnama. (isril)

Berita Terkait

Leave a Reply