TPID Kota Padang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi untuk Mitigasi Dampak Bencana dan Libur Nataru
  • Home
  • Berita
  • TPID Kota Padang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi untuk Mitigasi Dampak Bencana dan Libur Nataru

TPID Kota Padang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi untuk Mitigasi Dampak Bencana dan Libur Nataru

IMG 20251204 WA0013

PADANG- Memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang natal dan tahun baru (nataru), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) pada Rabu(3/12/2025). HLM tersebut sekaligus sebagai mitigasi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat.

Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Bulog Sumatera Barat, BPS Kota Padang, Pertamina, BMKG, KADIN Kota Padang, serta OPD terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat M. Abdul Majid Ikram menerangkan, forum tersebut membahas perkembangan inflasi terkini, ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan sinergi untuk menjaga stabilitas harga.

Dia menyebutkan, berdasarkan rilis BPS, inflasi Kota Padang secara kumulatif hingga November 2025 sebesar 3,38 persen year to date (ytd), berada di batas atas sasaran inflasi.

“Mencermati kondisi tersebut, pengendalian inflasi Kota Padang difokuskan pada ketersediaan dan stabilitas pasokan komoditas pangan,” kata Majid melalui siaran pers, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, banjir bandang dan longsor telah menyebabkan kerusakan lahan dan terganggunya distribusi, sehingga harga cabai merah dan bawang merah meningkat cukup signifikan di Kota Padang. Namun, sejalan dengan pemulihan jalur distribusi yang terus dilakukan, harga berbagai komoditas berangsur turun.

Dalam HLM tersebut, BMKG memperkirakan kondisi cuaca ke depan cenderung lebih kondusif. Kondisi itu dapat mendukung pemulihan pasokan komoditas hortikultura.

Selain itu, Bulog dan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat mengungkapkan bahwa stok beras dan komoditas pangan lainnya dalam kondisi mencukupi. Bantuan pangan juga terus mengalir ke masyarakat dengan proses distribusi yang terus diakselerasi.

Bulog juga menegaskan bahwa pasokan tambahan telah disiapkan guna mengantisipasi potensi lonjakan permintaan. Sementara itu, Pertamina juga menyatakan bahwa stok BBM dan LPG cukup aman, serta mengutamakan penyaluran LPG ke daerah-daerah yang terdampak bencana.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan diintensifkan, termasuk melalui kerja sama dengan Bapanas untuk membantu mengendalikan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pasokan cabai merah dari Jawa serta produksi dari sentra lokal, seperti Kabupaten Solok dan Tanah Datar diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

TPID Kota Padang dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan. Komitmen itu dilakukan melalui berbagai langkah strategis antara lain menjaga ketersediaan pasokan dan harga komoditas pangan serta membuka opsi penambahan pasokan dari provinsi lain.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) terus diintensifkan pada lokasi dan komoditas yang tepat sasaran serta publikasi berkala melalui papan reklame dan media massa. TPID Kota Padang juga terus berkoordinasi dengan Pertamina, Bulog, serta dinas terkait, untuk memastikan stok bahan pokok, BBM, dan LPG tetap aman dan terdistribusi merata.

“Melalui berbagai upaya tersebut, TPID Kota Padang optimistis bahwa inflasi Kota Padang pada akhir tahun 2025 akan tetap terjaga dan berada dalam koridor sasaran 2,5 persen ± 1 persen,” kata Majid. */F

Berita Terkait

Leave a Reply