
AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam akan mengembangkan program mina padi seluas 10 hektare untuk mengejar target produksi ikan air tawar 60 ribu ton di tahun 2018. Area pengembangan mina padi tersebut berada di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, dan lainnya.
Pada tahun 2017, Pemkab Agam mengembangkan mina padi seluas 55 hektare di tujuh kecamatan dengan produksi mencapai 2,5 ton per hektare. Sedangkan produksi padinya sekitar 3,5 ton per hektare.
Tahun 2017, produksi ikan hanya 40.800 ton dari target sebanyak 65.000 ton. Hal itu juga sebagai dampak dari penghentian sementara keramba jaring apung Danau Maninjau.
Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto di Lubuk Basung, Rabu (17/1), program Padi Mina selain untuk pencapaian target produksi, juga untuk mendukung program Save Maninjau, sehingga para pembudidaya ikan jaring apung di Danau Maninjau beralih ke kolam air deras atau mina padi. Selain itu, Pemkab Agam memiliki program cetak kolam baru seluas lima hektare, membantu bibit ikan, dan lainnya.
Pengembangan mina padi akan dilakukan untuk tiga kelompok yang saat ini masih dicari. DPKP akan memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk perbaikan lahan, membeli pakan, bibit ikan, dan lainnya. Dananya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018.
Terobosan itu didukung anggota DPRD Agam, Jondra Marjaya. Ia menyebut, program tersebut strategis untuk mencapai target produksi ikan sekaligus program Save Maninjau. (fajar)






