Tingkatkan Penguasaan Teknologi Digital, Guru SMA di Payakumbuh Ikuti Bimtek
  • Home
  • Berita
  • Tingkatkan Penguasaan Teknologi Digital, Guru SMA di Payakumbuh Ikuti Bimtek

Tingkatkan Penguasaan Teknologi Digital, Guru SMA di Payakumbuh Ikuti Bimtek

Image

BUKITTINGGI- Sedikitnya seratus orang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Payakumbuh mendapatkan
Bimbingan Teknis Digitalisasi yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan guru dalam teknologi digital. Bimtek tersebut diselenggarakan merupakan program dari pokok-pokok pikiran Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi melalui Dinas Pendidikan Provinsi.

Menjadi salah satu pemateri Bimtek yang diadakan di Kota Bukittinggi tersebut, Kamis (25/5/2023) Supardi menekankan, dunia pendidikan saat ini berpedoman kepada kurikulum yang menuntut anak mandiri belajar. Guru dalam hal ini guru tidak sekedar menjadi sumber ilmu tetapi sekaligus adalah sebagai mediator dan fasilitator kemandirian tersebut.

“Sekarang masuk ke era kurikulum merdeka belajar, bagaimana anak bisa mandiri belajar, guru bertindak sebagai
mediator dan fasilitator. Kemandirian ini tentunya membutuhkan kemampuan guru dalam menguasai berbagai bidang termasuk juga dalam hal penguasaan teknologi digital,” ungkap Supardi.

Dia menambahkan, Bimtek digitalisasi yang dilaksanakan tersebut akan menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas kemandirian guru menghadapi kurikulum merdeka ke depan.  Bimtek tersebut akan diiringi dengan pemantauan oleh Dinas Pendidikan, untuk memastikan para guru telah mememiliki kemampuan di bidang teknologi digital untuk menunjang pelaksanaan tugas sesuai dengan tuntutan kurikulum.

Dalam kesempatan itu, Supardi juga banyak menerima keluhan dari guru-guru. Di antaranya adalah penurunan karakter anak dan kurangnya kepedulian orang tua. Para guru mengakui, dalam hal penguasaan teknologi digital, bahkan kemampuan siswa sekarang ini dalam hal tertentu lebih tinggi dari guru.

“Kerisauan kami adalah bahwa anak mengalami penurunan karakter, kurang menunjukkan sikap hormat kepada guru sementara kepedulian orang tua dalam hal pendidikan anak banyak yang sepertinya menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah,” ujar Rina, salah seorang peserta Bimtek.

Tidak sampai di situ, Jefrianto, guru SMA 3 Payakumbuh mengaku pernah mendapatkan ancaman dari salah seorang orang tua murid akan dilaporkan ke pihak berwajib karena dianggap mendidik anak terlalu keras. Dalam hal itu, Jefrianto berharap adanya penguatan perlindungan hukum terhadap guru.

“Tugas guru tidak sekedar mengajar namun yang lebih penting adalah mendidik, agar terbentuk karakter anak yang baik, cerdas dan beretika. Ancaman-ancaman seperti itu akan membuat tugas guru sebagai pendidik tidak optimal,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Supardi mengingatkan kepada para guru bahwa untuk menuju sebuah perubahan membutuhkan proses. Dia menyadari, etika seorang anak di era 90-an ketika berhadapan dengan guru dengan anak-anak sekarang ada perbedaan. Hal itu hendaknya menjadi perhatian tidak saja oleh para guru namun juga menuntut kepedulian yang lebih besar lagi dari orang tua.

Bimtek Digitalisasi untuk guru-guru SMA se-Kota Payakumbuh tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (22-25 Mei 2023). Diharapkan, dengan Bimtek tersebut dapat meningkatkan kompetensi para guru dalam hal penguasaan teknologi digital sesuai dengan tuntutan kemajuan zaman. F

Berita Terkait

Leave a Reply