
AGAM – Wilayah Kabupaten Agam merupakan daerah yang kaya dengan ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air asin. Karena itu, warga setempat diminta untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus meningkatkan produksi ikan.
“Warga Agam harus sehat dan cerdas. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah dengan meningkatkan konsumsi ikan warga,” kata Bupati Agam, Indra Catri kepada padangmedia.com, Senin (22/1) di Lubuk Basung.
Indra Catri selama ini selalu memotivasi warga untuk memasyarakatkan makan ikan. Ajakan untuk meningkatkan konsumsi ikan warga dilakukan bersama dengan Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) Agam. Pemkab Agam melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) dan Forikan pun gencar melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) ke sekolah-sekolah serta melakukan lomba memasak serba ikan antar Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan se-Kabupaten Agam.
Hasilnya, tingkat konsumsi ikan warga terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2012, baru 24 kg/kapita. Tahun 2016 meningkat menjadi 31,08 kg/kapita. Pada tahun 2017 meningkat lagi hingga mencapai 33 kg/kapita.
Menurut orang nomor satu di Agam itu, untuk menggenjot tingkat konsumsi ikan warga, diperlukan juga upaya peningkatan produksi ikan. Upaya itu telah dilakukan antara lain dengan membantu warga memperbaiki dan membersihkan kolam ikan mereka serta memberikan bantuan benih ikan gratis.
Di samping itu, peningkatan produksi ikan daerah dilakukan dengan berbagai cara. Selama tahun 2016-2017, duet pimpinan daerah Indra Catri-Trinada Farhan Satria telah melakukan upaya antara lain meremajakan induk ikan unggul bersertifikasi, pemberian benih ikan gratis kepada warga, perbaikan kolam ikan warga, baik berupa fisik dan pembersihan kolam.
Pencetakan kolam ikan baru juga dilakukan dengan memberikan bantuan alat berat. Tujuannya untuk meningkatkan produksi ikan.
“Gerakan mina padi juga merupakan program untuk meningkatkan produksi ikan daerah,”ujarnya.
Sedangkan untuk nelayan kecil yang masih menggunakan perahu dayung dibantu pengadaan mesin dalam program motornisasi agar mereka semakin mudah melakukan usaha.
Palembayan, yang selama ini dikenal sebagai penghasil lele, kini diluncurkan Program Gerakan Palembayan Kampung Lele. Bukan hanya peningkatan produksi ikan yang dipikirkan duet pimpinan Agam, tetapi juga kesejahteraan nelayan.
Untuk itu, Pemkab Agam telah memfasilitasi 1.008 nelayan mendapatkan asuransi. Selain itu, 1.250 nelayan telah mendapatkan kartu nelayan.
“Bagi kelompok perikanan, kita memfasilitasi kelompok agar menjadi kelompok yang berbadan hukum,” katanya. (fajar)






