Tingkat Konsumsi Ikan di Sawahlunto Mulai Meningkat
  • Home
  • Berita
  • Tingkat Konsumsi Ikan di Sawahlunto Mulai Meningkat

Tingkat Konsumsi Ikan di Sawahlunto Mulai Meningkat

SAWAHLUNTO – Tingkat konsumsi ikan di Sawahlunto terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal itu membuka peluang besar bagi masyarakat untuk dapat menjadi pemasok produksi ikan tersebut dengan menjadi pembudidaya ikan maupun memproduksi produk turunan berbahan baku ikan.

Untuk tingkat konsumsi ikan di Sawahlunto, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan setempat mencatat, pada tahun 2018 lalu mencapai 19,2 kg per orang per tahun. Angka itu merangkak naik dari tahun 2017 sebesar 18,1 kg perorang per tahun.

Sementara, untuk tingkat produksi ikan air tawar di Sawahlunto pada tahun 2018 tercatat di angka 216 ton/tahun. Angka produksi ini juga meningkat dari tahun sebelumnya, yang hanya 214 ton pada tahun 2017.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Hilmed menyatakan, tingkat konsumsi ikan dan tingkat produksi ikan di Sawahlunto sesuai catatan yang didapat dengan survei dan penghitungan ke berbagai sampel di lapangan terus menunjukkan kenaikan.

“Namun, dengan memperhatikan perbandingan antara angka produksi dengan angka konsumsi, bisa kita lihat bahwa peluang untuk penyedia produksi ikan di Sawahlunto ini terbuka lebar,” kata Hilmed pada kegiatan ‘Gemar Makan Ikan’ di GPK Sawahlunto, Kamis (14/3).

Menurut Hilmed, instansinya memberikan beberapa program untuk memfasilitasi masyarakat untuk dapat menjadi pembudidaya ikan. Di antaranya melalui pemberian bantuan bibit ikan.

“Silahkan masyarakat yang memiliki kolam di rumah yang bisa dijadikan produktif dengan diisi ikan. Bisa mengajukan permohonan untuk dibantu bibit ikannya. Caranya silahkan lapor ke pemerintahan desa setempat. Nanti, dari tim dinas terkait akan turun untuk survei bagaimana kondisi kolam dan sebagainya,” jelas Hilmed.

Dari data yang diberikan jenis bibit ikan yang bisa diberikan Pemerintah Kota (Pemko), yakni ikan gurami, ikan nila, ikan lele dan ikan mas.

“Untuk jumlah bibit ikan yang bisa dibantu, itu berdasarkan hasil survei tim teknis yang kami turunkan ke lokasi pemohon bantuan,” pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply