Tim Gemarikan Tingkat Provinsi Lakukan Penilaian Lapangan di Pasaman
  • Home
  • Berita
  • Tim Gemarikan Tingkat Provinsi Lakukan Penilaian Lapangan di Pasaman

Tim Gemarikan Tingkat Provinsi Lakukan Penilaian Lapangan di Pasaman

PADANGMEDIA.COM – Tim penilai lomba Gemarikan PAUD tingkat Provinsi Sumatera Barat melakukan penilaian lapangan Lomba implementasi Gerakan makan ikan (Gemarikan) pada Kurikulum PAUD di Pasaman. Penilaian dilakukan di PAUD Khairunnisa Kecamatan Lubuksikaping Kabupaten Pasaman.

Ketua tim penilai Gemarikan Provinsi Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno mengatakan, Gemarikan adalah gerakan kemanusiaan untuk meningkatkan komsumsi ikan.

Apalagi, katanya, Indonesia dikenal  dengan negara maritim. Ikannya banyak sekali dan memiliki lautan yang luas dari daratan sehingga potensi ikannya sebagai sumber pangan hewani yang beragam dan terbesar, tapi ternyata belum termanfaatkan oleh masyarakat. Kenyataannya di lapangan, angka makan ikan masih relatif rendah di Sumbar.

“Kita harapkan dengan kegiatan Gemarikan yang kita laksanakan bersama organisasi perempuan dan pemerintah ini akan kita dapatkan hasilnya di lima tahun ke depan ketika anak-anak kita suka makan ikan,” katanya, Kamis (16/5/2019).

Dia menerangkan bahwa implementasi kebalikan kurikulum PAUD sangat berat karena anak-anak sudah terbiasa makan daging sapi dan makan daging ayam. Kenapa mereka makan ikan lebih susah, karena cara berfikir yang diturunkan oleh orang tuanya bahwa kalau makan ikan nanti cacingan atau jika makan ikan nanti tertusuk duri.

“Sebenarnya, hal seperti inilah yang harus kita hilangkan dari pemikiran anak kita. Karena, sudah terbukti dengan makan ikan, anak menjadi sehat, cerdas dan kuat. Untuk itu, mari kita hilangkan pola fikir seperti itu, sehingga anak kita Gemar makan ikan nantinya,” ungkapnya.

Dia berharap, para orang tua berperan aktif untuk menanamkan gemarikan kepada anak-anak dari usia dini. Gemarikan tidak putus di TK dan PAUD saja, tapi juga lanjut ke SD SMP dan SMA. Berkaitan dengan stunting, cukup besar angkanya di Indonesia.

“Gemarikan digalakkan untuk mengatasi hal itu. Implementasi gemarikan pada kurikulum PAUD maksudnya program Gemarikan akan diajarkan kepada anak dan dievaluasi, baru nampak apakah ada peningkatan atau tidak. Harus masuk kurikulum dan sistematis. Jelas tahap-tahap nya sehingga terbentuk dalam pikiran mereka kalau harus makan ikan,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis menambahkan, mengingat pentingnya peningkatan konsumsi ikan oleh masyarakat dalam rangka penongkatan status gizi masyarakat untuk membentuk generasi pasaman yang sehat, kuat dan cerdas. Kami menyambut gembira dilaksanakannya kegiatan lomba implementasi gerakan pada kurikulum Paud yang merupakan salah satu dari program gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan).

Kata Bupati, Gemarikan dapat dimulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu, keluarga serta sekolah yang juga merupakan sasaran yang tepat untuk memulai Gemarikan.

Dia mengatakan, Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Sumbar sudah seharusnya masyarakatnya gemar mengkonsumsi ikan, karena mudah di dapat, mempunyai nilai gizi yang tinggi dan harga yang relatif lebih rendah.

Yusuf Lubis mengharapkan, forum peningkatan konsumsi ikan yang merupakan pengerak dalam peningkatan konsumsi ikan di Pasaman unruk lebih giat dan aktif melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah terutama Paud dalam upaya mengalakkan Gemarikan.

“Kami juga menghimbau kepada kita semua untuk menjadikan ikan sebagai menu utama di keluarga. Kepada kepala SKPD untuk dapat mensukseskan Gemarikan ini terutama dalam setiap kegiatan-kegiatan untuk dapat menyediakan menu berbahan ikan. Untuk program gizi anak sekolah agar dapat menyediakan makanan berbahan baku setiap harinya,” ujarnya. (riki)

Berita Terkait

Leave a Reply