
PADANG – Menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Kurau, tim ekspedisi Bank Indonesia bekerja sama dengan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Teluk Bayur diberangkatkan, Jumat (14/2/2020).
Tim ekspedisi akan menuju beberapa pulau di perairan pantai barat Pulau Sumatera mulai dari Kepulauan Mentawai hingga Pulau Bay, Aceh.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Wahyu Purnama A menyebutkan, tim layanan kas dan edukasi akan menuju wilayah terluar, terdepan dan terpencil (3T). Dari Bank Indonesia, melibatkan 16 personil kasir dengan titik sandar lima pulau di Mentawai, Pulau Telo di Sumatera Utara dan Pulau Bay di Aceh.
“Ekspedisi ini dimaksudkan untuk menjangkau wilayah 3T untuk memenuhi kebutuhan uang kartal beredar di masyarakat daerah kepulauan,” kata Wahyu sebelum melepas kebarangkatan KRI Kurau, Jumat (14/2/2020) sore.
Bank Indonesia, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan TNI AL sejak tahun 2016 untuk ekspedisi tersebut. Tujuan dari ekspedisi adalah untuk menjangkau seluruh wilayah NKRI dan memastikan ketersediaan uang yang cukup dan layak edar.
“Ekspedisi ini untuk menjamin ketersediaan uang yang cukup di seluruh daerah hingga ke wilayah 3T. Disamping juga untuk memastikan uang beredar ada dalam kondisi yang layak,” ujarnya.
Dia menegaskan, distribusi uang yang cukup dan layak edar dimaksudkan untuk memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah 3T. Selain sebagai kas keliling, tim ekspedisi juga akan memberikan sosialisasi dan edukasi di daerah tujuan.
Komandan Lantamal II Teluk Bayur Laksmana Pertama (TNI) David Santoso menyatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap ekspedisi tersebut.
“Kami memberikan dukungan untuk pendistribusian dan pengawalan uang rupiah ke wilayah 3T. Untuk itu, menggunakan satu kapal milik TNI AL dengan personil lengkap, tim akan diantarkan ke titik – titik tujuan,” tegasnya.
David menegaskan, dukungan tersebut merupakan salah satu peran TNI AL dalam mendukung kelancaran perekonomian masyarakat. Dengan dukungan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan dan perekonomian hingga ke wilayah 3T.
“Personil TNI AL juga akan stand by di sepanjang jalur ekspedisi,” tegasnya. (fdc)






