
PADANG- Bank Indonesia menyusun tiga langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional terutama selama periode Ramadan sampai Idul Fitri 1442 H.
“Tiga langkah strategis itu dilakukan untuk menjaga kelancaran pembayaran, memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Wahyu Purnama A saat media briefing kesiapan menghadapi Ramadan dan Idul Fitri, Senin (26/4/2021).
Wahyu memaparkan, tiga langkah tersebut adalah pertama mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai.
“Gunakan transaksi nontunai melalui digital banking, uang elektronik dan QRIS, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi,” kata Wahyu.
Dia memaparkan, wabah pandemi Covid-19 belum berakhir. Masyarakat diajak untuk menghindari kontak fisik saat bertransaksi untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kemudian, kedua, untuk memenuhi kebutuhan transaksi di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, layanan pembayaran melalui Sistem BI-RTGS dan SKNBI akan tetap beroperasi. Kecuali pada periode libur lebaran tanggal 12-14 Mei 2021 ketika layanan sistem pembayaran BI ditiadakan.
Langkah strategis ketiga, menurut Wahyu adalah menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang memadai dan higienis serta layanan penukaran uang di seluruh Indonesia khusus periode Ramadan/Idulfitri 1442 H.
Menghadapi peredaran uang selama periode Ramadan dan Idulfitri, Wahyu juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap keaslian uang.
Kenali ciri-ciri uang Rupiah asli dengan baik, serta merawat dan menjaga sebagai bentuk cinta Rupiah dan menjaga simbol kedaulatan negara.
“Kenali uang asli, rawat dan jaga sebagai wujud dari Cinta Rupiah dan menjaga simbol kedaulatan negara,” tandasnya. (Febry)






