
PADANGPANJANG – Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang hingga saat ini melakukan pemantauan belum menemukan adanya vaksin palsu di kota itu. Seluruh tempat pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas, tempat praktik dokter dan bidang, apotik dan lainnya telah dilakukan pemantauan.
Kepala Bagian Humas Setdako Padangpanjang Ampera Salim memastikan hal itu setelah mendapat data dan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang, Selasa (26/7). Menurutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan pengawasan ke seluruh Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu dan tempat-tempat pelayanan kesehatan lainnya.
“Dinas Kesehatan telah memastikan bahwa sejauh ini tidak ada vaksin palsu beredar di Padangpanjang setelah melakukan pemantauan ke seluruh pusat pelayanan kesehatan,” kata Ampera.
Kepastian ini, lanjutnya, diharapkan tidak lagi mempengaruhi atau menimbulkan kekhawatiran bagi warga masyarakat terhadap vaksin yang digunakan di Padangpanjang. Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, vaksin di Kota Padangpanjang berasal dari produk dalam negeri.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap vaksin di Padangpanjang,” ujarnya.
Beredarnya vaksin palsu di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu lalu telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, setelah Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang melakukan pemantauan terhadap seluruh pusat pelayanan kesehatan, kekhawatiran warga kota diharapkan tidak ada lagi. (feb/*)






