
SIBERUT – Rolina, 58, warga Desa Maillepet Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai sedang bersenang hati. Ia ditetapkan menjadi salah seorang penerima bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan tersebut merupakan program kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dari BKO Kodim 0319 Mentawai.
Bagi Rolina, bantuan tersebut di luar dugaan, karena selama ini tidak pernah dapat bantuan. Ia tidak menyangka akan dapat rumah bantuan tersebut. Dengan rasa haru dan senang, Rolina sangat bersyukur kepada Tuhan dan menyampaikan terima kasih banyak kepada TNI yang telah bekerja keras dan tanpa pamrih serta penuh kasih buat semua warga Bumi Sikerei.
“Tak tet ku sangka babara tet niek bedah rumah dan jamban ,tak poik bersyukur let aku ka tuhan kukualek sura’ sabeu ka sa ukkui mai Tentara,” ucapnya dalam bahasa Siberut kepada padangmedia.com, Kamis (13/4).
Dikatakan janda paruh baya ini, program bedah rumah dari kegiatan TMMD datangnya sangat tepat waktu. Karena, saat ini kondisi rumah yang dihuni Rolina bersama dua anaknyanya sudah tidak layak huni dan tidak sehat.
Atas kebaikan pihak TNI AD dan pemerintah daerah, Rolina menyampaikan rasa syukur telah menerima program bedah rumah dan jambanisasi. Ia berharap program seperti itu terus dilakukan demi pemerataan dan keadilan menikmati alam kemerdekaan dan pembangunan di segala bidang.
Sementara, Dandim 0319 Mentawai, Letkol. Inf. Fajar Tri Yulianto mengungkapkan, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni serta pembangunan jambanisasi memang sudah diprioritaskan kepada warga yang kurang mampu. Sebelumnya, anggota sudah melakukan survei lokasi dan mendata rumah warga dalam pelaksanaan TMMD ke 98 tahun 2017.
“Semoga program ini bisa bermanfaat bagi warga Bumi Sikerei dan digunakan dengan baik dengan tinggal di rumah sehat dan nyaman yang sudah dilengkapi dengan pembangunan jamban,” ujarnya.
Program bedah rumah tidak layak huni dan jambanisasi merupakan program pusat melalui Kodim 0319 Mentawai. Program baik itu akan terus berlanjut agar masyarakat bisa menikmatinya secara terus menerus, jelas Dandim. (ers)






