Tenaga Kesehatan Anak Disabilitas Masih Minim
  • Home
  • Berita
  • Tenaga Kesehatan Anak Disabilitas Masih Minim

Tenaga Kesehatan Anak Disabilitas Masih Minim

Disabilitas (1)

SAWAHLUNTO –  Kemampuan petugas kesehatan dalam penanganan anak dengan disabilitas, baik di tingkat dasar maupun rujukan saat ini masih kurang. Disamping dari segi kemampuan atau kualitas, secara jumlah dan pemerataan penempatan juga belum terpenuhi.

Direktur Kesehatan keluarga Kementerian Kesehatan RI dr Milwiyandia MARS menyebutkan, kondisi tersebut menjadi tantangan berat. Penanganan anak disabilitas membutuhkan dokter rehabilitasi medik, fisiotherapis, terapis okupasi dan terapis wicara. Kekurangan peralatan penanganan juga masih menjadi kendala.

“Ini masih menjadi tantangan, penanganan disabilitas membutuhkan dokter dan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan khusus. Disamping itu peralatan penanganan juga masih kurang,” katanya dalam Sosialisasi peran tokoh masyarakat dalam upaya mendukung penanganan anak dengan disabilitas di Hotel Ombilin Heritage, Kamis (2/6).

Dia menambahkan, upaya pelayanan kesehatan bagi disabiltas juga dibutuhkan upaya promotif, preventif dan kuratif. Upaya Promotif dilakukan melalui penyuluhan, informasi dan edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Sedangkan upaya preventif yaitu pencegahan melalui imunisasi, deteksi dini serta pemeriksaan berkala.

“Upaya Kuratif berupa rehabilitasi medik sesuai kebutuhan, rehabilatas psikososial dan rehabilatisi berbasis masyarakat dengan pemberdayaan keluarga agar dapat menerima dan terlibat membantu pemulihan,” ujarnya.

Sementara itu, penanganan disabilitas oleh Dinas Kesehatan dan Sosial Kota Sawahlunto disebutkan telah dilakukan asesmen serta pelayanan di tiap puskesmas. Vici Perdana dari Dinkesos Kota Sawahlunto menyatakan, pelayanan didukung oleh petugas rehabilitasi medic dan fisiotherapis Pediatric Neurodevelopment Therapy Center (PNTC) dari Solo.

“Pelaksanaannya juga dibantu oleh tenaga yang ada di Puskesmas serta pendampingan oleh pihak keluarga,” terangnya. (tumpak/F)

Berita Terkait

Leave a Reply