
SAWAHLUNTO – Tempe makanan tradisional yang sudah ratusan tahun dikenal masyarakat di Indonesia. Bahkan, tempe sudah tersebar diseluruh penjuru dunia. Begitu juga di Sawahlunto hampir ditiap warung ada menjajakan tempe, namun diantaranya ada yang khas yakni tempe yang terbungkus daun pisang.
Tempe yang terbungkus daun pisang khas Sawahlunto ini sangat terjaga kualitasnya karna ukurannya selebar 6 centimeter dan pajangnya 12 sentimeter dengan tebal maksimal 1 sentimeter. Karena terbungkus daun pisang, penganan ini sangat gurih dan lezat tanpa ada rasa kecut (asam) maupun pahit. Kerap kali kita temukan di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern pada umumnya agak kecut dan pahit karna terbungkus plastik dan ukurannya besar.
Salah seorang pemilik warung di Santur Ilyas (39) mengungkapkan tempe terbungkus daun pisang yang ia jual berasal dari desa Sikalang. Dan harga jualnya Rp2.000 per tiga bungkus. Untuk penjualan, sebutnya pada hari Sabtu dan Minggu lebih banyak permintaan karna untuk dijadikan oleh-oleh atau dibawa buat pelajar
dan mahasiswa yang kos di luar daerah.
“ kalau hari biasa penjualan hanya untuk kebutuhan harian warga sekitar Santur dan Kolok Mudik saja. Dan tempe ini lebih laku terjual dari pada tempe asal daerah lain yang ukurannya lebih besar dan tebal yang dijual seharga Rp2.500 per bungkus ” sebut Ilyas Senin (16/2/2020)
Seringnya tempe berbungkus daun jadi oleh-oleh diamini Febrianti (29) warga Santur. “ hari ini kita beli Rp20.000 untuk dibawa ke Pekan baru yang akan dititip ke tetangga yang mau ke Pekanbaru pagi ini “
jelasnya.
“ Dan untuk pesanan ini, sebelumnya sudah diminta agar tempenya yang untuk dimasak besok. Jadi tiba di Pekanbaru masih baik digoreng dan rasanya masih enak” jelasnya.
Tempe terbungkus dengan daun pisang khas kota Sawahlunto ini, ada juga dalam bentuk besar dan tipis yang diperuntukkan buat bahan keripik tempe dan rasanya juga sangat (tumpak)






