Telan Biaya Ratusan Miliar, Pasar Pusat Padangpanjang Diresmikan
  • Home
  • Berita
  • Telan Biaya Ratusan Miliar, Pasar Pusat Padangpanjang Diresmikan

Telan Biaya Ratusan Miliar, Pasar Pusat Padangpanjang Diresmikan

Wako Padangpanjangj, Hendri Arnis meresmikan pasar pusat Padangpanjang. (humas)

PADANGPANJANG – Usai meresmikan pembangunan Masjid Islamic Center Jumat (9/2) lalu, Walikota Padangpanjang kembali meresmikan proyek besar di Padangpanjang, yaitu pembangunan pasar pusat Padangpanjang yang representatif, Minggu (11/2).

Bangunan pasar pusat saat ini memasuki tahap finishing dan telah menelan biaya sekitar Rp106 miliar. Namun, hal tersebut suatu kebanggaan dari Kota Padangpanjang, karena pembangunan menggunakan dana APBD Kota Padangpanjang sendiri, dari tahun anggararan 2016 sampai 2017.

“Pembangunan pasar pusat yang menelan ratusan miliar itu murni dari APBD Kota Padangpanjang, maka dengan itu pasar ini juga murni untuk masyarakat Kota Padangpanjang,” kata Walikota Padangpanjang Hendri Arnis saat peresmian.

Hendri Arnis menambahkan, pasar pusat diprioritaskan untuk pedagang asli Kota Padangpanjang yang telah berjualan berpuluh-puluh tahun dan tidak menyewakan tempatnya kepada pedagang lain.

Wako Padangpanjangj, Hendri Arnis berfoto bersama pedagang usai meresmikan pasar pusat Padangpanjang. (humas)

“Inilah pedagang yang akan kita prioritaskan terlebih dahulu, dan setelah itu kalau masih ada kios yang tersisa baru kita prioritaskan untuk pedagang baru. Namun, pedagang tetap harus warga Padangpanjang sendiri, karena saya tidak ingin melihat masyarakat Padangpanjang menjadi pengangguran di kampungnya sendiri,” papar Hendri Arnis.

Hendri Arnis juga menegaskan kepada pedagang, bahwa seluruh pengurusan tidak menggunakan biaya. “Semua biaya pengurusan gratis, dan apabila ada yang meminta silahkan laporkan ke saya dan ke pihak yang berwajib agar ditindaklanjuti orang-orang seperti tersebut,” tegas Hendri Arnis.

Hendri Arnis mengatakan, berdirinya bangunan pasar yang representarif ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk Walikota Padangpanjang sebelumnya Suir Syam yang sudah terlebih dahulu merencanakan pembangunan pasar ini.

“Ini juga berkat Walikota Padangpanjang sebelumnya Suir Syam yang sudah terlebih dahulu merencanakan pembangunan pasar ini, berkat ide dan dukung beliau pembanguan pasar ini dapat mudah dilaksanakan,” lanjut Hendri Arnis.

Lebih lanjut Hendri Arnis mengatakan, bahwa pemerintah kota (pemko) berencana akan menggratiskan biaya sewa kios 6 bulan pertama. “Kita akan cari aturan yang tepat, kalau aturannya ada kita akan berikan gratis 6 bulan pertama kepada pedagang, dan kita akan usahakan itu,” kata Hendri Arnis.

Sementara itu, Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Padangpanjang Novi Hendri yang turut hadir mengapresiasi atas kinerja Walikota dan Wakil Walikota Padangpanjang, dikarenakan saat periode mereka barulah pasar pusat ini dibangun.

“Pada tahun 2007 lalu, pasar ini akan kita bangun menggunakan dana investor, namun pada tahun 2008 ada beberapa gejolak dari masyarakat sehingga proses dengan dana investor ini terhenti, dan itu belum proses pembangunan,” jelas Novi Hendri.

Dan pada tahun 2009 hingga 2012, pasar Padangpanjang beberapa kali mengalami kebakaran, sehingga lokasi pasar menjadi sembraut. Dan kebakaran tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap pedagang.

“Makanya kita berfikir bagaimana caranya mengambil alternatif membangun pasar Padangpanjang yang representatif dengan cepat, dan akhirnya di 2016 dan 2017 kita sepakat membangun pasar menggunakan APBD kota Padangpanjang” sebut Novi Hendri.

Ketua DPRD Padangpanjang, Novi Hendri. (humas)

Diresmikannya gedung Pasar Pusat tersebut, ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Walikota Padangpanjang Hendri Arnis didampingi Wakil Walikota Mawardi, Ketua DPRD Novi Hendri, Plt. Sekda Indra Gusnady, Direktur RSUD Ardoni, Asisten III Ewasoka, serta SOPD se-Kota padangpanjang, dan disaksikan Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan tokoh masyarakat Padangpanjang.

Sementara, salah seorang Bundo kanduang, Sahniar yang turut hadir saat peresmian menyampaikan bahwa pembangunan pasar pusat yang representatif sudah lama sekali diidam-idamkan. “Beberapa tahun belakangan ini, pasar Padangpanjang sudah tidak layak lagi untuk berjualan. Selain sempit, lokasinya sudah sembrawut dan becek. Jangankan orang lain yang akan berbelanja, kami saja para pedagang sudah gelisah dan susah melihat keadaan tersebut,” ungkap Sahniar.

Namun, dengan dibangunnya pasar pusat yang representatif tersebut, Shaniar berharap perekonomian di Kota Padangpanjang meningkat, sehingga angka kemiskinan akan berkurang. “Inilah pasar yang selama ini kita idam-idamkan. Mudah-mudahan pasar ini dapat meningkatkan perekonomian kita masyarakat Padangpanjang, khususnya pedagang Pasar. Sehingga masyarakat Padangpanjang akan lebih sejahtera,” kata Sahniar.
(Adv/de)

foto-foto: humas

Berita Terkait

Leave a Reply