TdS 2016 Harus Lebih Memicu Ekonomi Masyarakat
  • Home
  • Berita
  • TdS 2016 Harus Lebih Memicu Ekonomi Masyarakat

TdS 2016 Harus Lebih Memicu Ekonomi Masyarakat

Komisi V DPRD Sumatera Barat menggelar rapat dengar pendapat dengan instansi terkait pelaksanaan TdS 2016, Jumat (29/7). (febry)
Komisi V DPRD Sumatera Barat menggelar rapat dengar pendapat dengan instansi terkait pelaksanaan TdS 2016, Jumat (29/7). (febry)

PADANG – Pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) tahun 2016 hendaknya dapat lebih memicu tumbuhnya perekonomian masyarakat. TdS hendaknya juga diikutin dengan event-event lanjutan sehingga arus kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat mengalir berkesinambungan.

Pemikiran itu mengemuka dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dalam rapat pemantapan persiapan TdS 2016 dengan instansi terkait penyelenggaraan TdS dibawah kordinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Sumatera Barat, Jumat (29/7). Rapat dipimpin Ketua Komisi V Apris dihadiri Sekretaris Yuliarman dan beberapa orang anggota Komisi V antara lain Darmon, Amora Lubis, Marlina Suswati dan Zusmawati.

Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat Marlina Suswati meminta pemerintah daerah dapat menggandengkan berbagai kegiatan dalam pelaksanaan TdS. Di setiap daerah tuan rumah, hendaknya ada event-event yang bisa menggeliatkan perekonomian masyarakat dengan adanya TdS tersebut.

“TdS harus mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat. Ini harusnya yang lebih dipikirkan oleh pemerintah,” katanya.

Dia juga meminta, penutupan jalur lintasan hendaknya dilakukan secara efektif mengingat ruas jalan juga dimanfaatkan sebagai akses perekonomian masyarakat. Di samping itu, soal akomodasi peserta TdS dan ofisial harus lebih diperhatikan. Sebagai tuan rumah yang baik, penginapan peserta, ofisial dan tamu-tamu terkait harus memadai sehingga mendapatkan kesan yang baik.

Anggota komisi lainnya, Darmon mengingatkan agar gubernur dari provinsi lain juga diundang dalam pembukaan TdS untuk meningkatkan gezah penyelenggaraan event bergengsi internasional tersebut. Minimal, diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dari provinsi-provinsi tetangga.

“Ini untuk meningkatkan gezah TdS sehingga semakin dikenal dan masyarakat dari provinsi tetangga juga tertarik untuk datang menyaksikan,” ujarnya.

Terkait kesiapan rute, Komisi V DPRD Sumatera Barat mengingatkan agar seluruh jalur sudah harus tuntas dan siap dilintasi pada saat pelaksanaan. Lintasan yang dirasakan berbahaya harus pula disiagakan tim medis dan tim pengamanan yang memadai.

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat Apris berharap, pelaksanaan TdS 2016 ini dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Di samping itu, sasaran yang ingin dicapai yaitu peningkatan ekonomi masyarakat diharapkan juga bisa dicapai melalui event tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Burhasman Bur dalam kesempatan itu menyatakan sangat memperehatikan saran-saran dari DPRD. Untuk persiapan, pihaknya bersama stakeholder terkait terus melakukan koordinasi agar pelaksanaan TdS tidak mengalami kendala.

TdS 2016 akan terbagi dalam delapan etape dengan total panjang lintasan 1.102,7 kilometer. Etape tersebut akan melewati 17 kabupaten dan kota di Sumatera Barat dengan Grand Start di Danau Singkarak serta Grand Finish di Pantai Padang.

Event balap sepeda kelas internasional itu akan diikuti oleh 18 tim internasional dan 5 tim nasional dengan total peserta sebanyak 230 pebalap. Berlangsung selama sembilan hari mulai tanggal 6 sampai 14 Agustus 2016 dengan total hadiah yang akan diperebutkan sebesar Rp2,5 miliar. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply