PADANG- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat total 59.066 orang telah terpapar sepanjang wabah pandemi Covid-19 melanda. Sementara itu, pertambahan kasus positif masih cukup tinggi terutama dua pekan terakhir.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal, menyebutkan, hari ini (Kamis, 15/7/2021) pihaknya kembali mendapat laporan kasus positif baru sebanyak 678 orang.
“Hari ini bertambah lagi 678 orang berdasarkan laporan hasil pemeriksaan 4.529 sampel oleh tim labor di bawah pimpinan Dr Andani Eka Putra,” sebut Jasman, Kamis malam.
Dari rincian kasus, tambahan positif berasal dari seluruh kabupaten dan kota. Beberapa daerah terjadi lagi lonjakan, meskipun tambahan tertinggi masih berasal dari Kota Padang dengan 243 orang.
Daerah yang mengalami penambahan cukup tinggi antara lain Kabupaten Agam dengan tambahan 83 orang, Kabupaten Dharmasraya 60 orang dan Kabupaten Tanahdatar 51 orang. Kemudian Kota Bukittinggi bertambah 45 orang, Kota Solok 43 orang dan Kota Sawahlunto 36 orang serta Kabupaten Padang Pariaman bertambah 32 orang.
Tambahan lainnya berasal dari Kota Pariaman 15 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 13 orang, Kabupaten Sijunjung 12 orang serta Kota Padangpanjang dan Kabupaten Solok masing-masing bertambah 10 orang.
Kota Payakumbuh bertambah 8 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 5 orang, Kabupaten Pasaman 4 orang dan Pasaman Barat juga 4 orang. Serta Kabupaten Kepulauan Mentawai 3 orang dan Kabupaten Solok Selatan bertambah 1 orang.
Sementara itu, total kasus positif yang dinyatakan sembuh sampai hari ini sudah berjumlah 50.638 orang atau 85,7 persen dari total kasus. Hari ini ada tambahan pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali konversi negatif sebanyak 356 orang.
Kasus positif meninggal hari ini juga bertambah lima orang. Berasal dari Kota Padang, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanahdatar. Sehingga sampai hari ini sudah 1.312 orang yang meninggal atau 2,2 persen dari total kasus positif.
“Sedangkan, kasus positif aktif sebanyak 7.116 orang atau 12 persen, saat ini menjalani perawatan atau isolasi,” tutupnya. (Febry)







