Tambah Solar 10 Persen, Pertamina Pastikan BBM, Elpiji dan Aftur Aman
  • Home
  • Berita
  • Tambah Solar 10 Persen, Pertamina Pastikan BBM, Elpiji dan Aftur Aman

Tambah Solar 10 Persen, Pertamina Pastikan BBM, Elpiji dan Aftur Aman

Image

PADANG- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan bahan bakar minyak (BBM), Elpiji dan Aftur aman menjelang Ramadan. Pertamina memperkirakan ada kenaikan konsumsi baik menjelang maupun selama Ramadan hingga libur lebaran Idul Fitri.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Sumbagut, SH C&T PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman melalui siaran pers yang diterima, Jumat (1/4/2022) menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran BBM, elpiji dan Avtur.

“Kami memastikan, menjelang Ramadan tahun 2022, pasokan energi tersebut dipastikan aman dan lancar,” kata Taufik.

Dia menambahkan, pihaknya mencatat ada peningkatan konsumsi BBM, elpiji dan aftur menjelang Ramadan 1443 H.

“Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan BBM, LPG dan avtur dalam kondisi aman,” ulangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan penambahan SPBU Kantong untuk memastikan tersedianya stok BBM di beberapa titik padat wisata dan mudik. Selain itu, juga menyiagakan 309 SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam.

“Kemudian, sebagai upaya untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan penambahan Solar hingga 10 persen di wilayah Sumbagut,” katanya.

Menyinggung harga BBM jenis Pertamax dan Pertalite, Taufikurachman menjelaskan, Pertamax disesuaikan harganya menjadi Rp12.750 per liter (untuk daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor/PBBKB 7,5 persen), dari harga sebelumnya Rp9.200 per liter. Sedangkan Pertalite harganya turun menjadi Rp7.650, dari harga sebelumnya Rp7.850.

Ia menjelaskan, Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Dengan harga baru Pertamax, ia berharap masyarakat tetap memilih BBM non subsidi yang lebih berkualitas. Menurutnya, harga Pertamax tersebut masih terjangkau bagi masyarakat mampu.

“Penyesuaian harga BBM tersebut mulai berlaku hari ini, harga jenis Pertalite turun dan harga Pertamax juga masih di bawah nilai keekonomiannya. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat,” ucapnya.

Perlu diketahui, saat ini harga minyak dunia melonjak hingga di atas US$100 per barel. Hal itu pun mendorong harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) per 24 Maret 2022 tercatat US$114,55 per barel atau melonjak hingga lebih dari 56 persen dari periode Desember 2021 yang sebesar US$73,36 per barel. (*/Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply