Tahun Ajaran Baru Diprediksi Bakal Picu Pergerakan Harga
  • Home
  • Berita
  • Tahun Ajaran Baru Diprediksi Bakal Picu Pergerakan Harga

Tahun Ajaran Baru Diprediksi Bakal Picu Pergerakan Harga

alat tulis dan perlengkapan sekolah (int)
alat tulis dan perlengkapan sekolah (int)

PADANG – Masuknya tahun ajaran baru 2017/2018 diprediksi akan memicu pergerakan harga sejumlah barang kebutuhan. Pergerakan ini diperkirakan akan mendorong peningkatan pada kelompok inti (core). Seperti diketahui, pada awal tahun ajaran baru akan terjadi peningkatan kebutuhan terhadap pakaian seragam dan peralatan sekolah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko menyebutkan, pada bulan Juni 2017 Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,32 persen (month to month/mtm). Kelompok inti menyumbang inflasi sebesar 0,14 persen.

“Tekanan inflasi ke depan diperkirakan cukup moderat. Dari kelompok inti, pergerakan harga diprakirakan sedikit meningkat menjelang tahun ajaran baru,” kata Puji, Selasa (4/7).

Dia menyebutkan, pada bulan Mei 2017 lalu, kelompok inti masih menyumbang deflasi sebesar 0,09 persen (mtm). Sumber utama tekanan inflasi Sumatera Barat masih berasal dari kelompok harga yang diatur pemerintah (Administered price).

Kelompok administered price menyumbang inflasi sebesar 1,63 persen (mtm) dengan laju yang lebih tinggi dari bulan Mei yang sebesar 0,67 persen (mtm). Kenaikan harga pada kelompok ini disumbang oleh kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) dan angkutan udara yang masing-masing memberi andil inflasi sebesar 0,24 persen dan 0,08 persen (mtm).

“Sumber utama tekanan inflasi ke depan dari kelompok barang yang diatur pemerintah khususnya dampak lanjutan kenaikan tarif angkutan udara seiring masih berlangsungnya arus mudik pasca lebaran dari dan ke Padang,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok harga bahan pangan bergejolak (volatile food) masih tetap terkendali. Sejak Mei hingga Juni, Kelompok ini masih mengalami penurunan harga (deflasi). Pada Juni 2017, bahan pangan bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,58 persen (mtm), meskipun tidak sedalam bulan sebelumnya sebesar 0,87 persen. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply