PADANG – Sejak mengalami kelumpuhan pasca menjadi korban salah tembak oknum polisi, Iwan Mulyadi masih harus berjuang menuntut keadilan. Putusan hukum yang telah ditetapkan negara sebagai haknya sampai saat ini belum diterimanya.
Momen satu tahun pemerintahan Joko Widodo sebagai presiden RI, hari ini (Selasa, 20/10), Iwan Mulyadi menulis sepucuk surat kepada Presiden. Mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Iwan membeberkan surat yang ditulisnya sendiri tersebut. Berikut isi lengkap surat Iwan Mulyadi kepada Presiden:
Padang, 20 Oktober 2015
Kepada Yth. Presiden RI di Istana Negara
Hal: Pak, taatilah hukum
Semoga bapak sehat, amin
Pak, saya Iwan Muliyadi. Waktu kls 3 SMP tahun 2006, saya ditembak polisi sektor Kinali Pasaman Barat, akibatnya saya lumpuh permanen.
Bapak dan Polri adalah pihak yang bertanggungjawab atas kelumpuhan saya. Begitu kata pengadilan.
Bapak jangan lupa! Bapak dan Polri berhutang pada saya 300 juta
Pak, berikanlah hak saya! Taatilah hukum! Pak, laksanakan putusan pengadilan! Kalau bapak lupa saya ingatkan, ini nomor putusannya:
MA. No. 2710/K/PdT/2010 jo
PT. Padang no. 56/PdT/2009/PT.Pdg jo
PN. Pasaman Barat no. 04/PdT.g/2007/PN.PSB.
Pak, saya tunggu keadilan
Terima kasih pak.
Salam
Iwan Muliyadi
Surat itu ditulis tangan dan dibubuhi tandatangan serta cap jempol. Ditulis pada selembar kertas berukuruan folio.
Iwan mendatangi DPRD Provinsi Sumatera Barat didampingi Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumatra Barat. Di DPRD, Iwan diterima oleh Ketua Komisi I Marlis, anggota Komisi Risnaldi dan Aristo Munandar. (feb)






