
PAYAKUMBUH- Pengamalan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dengan baik, diyakini mampu menghindarkan masyarakat terutama generasi muda dari tindakan atau perilaku yang menggerus nilai moral dan budaya.
Demikian ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi, membuka Workshop Pengamalan Nilai ABS-SBK di Balai Kaliki Kota Payakumbuh, Jumat (3/12/2021). Pendidikan moral yang terkandung di dalam filosofi tersebut sangat penting ditanamkan terutama kepada generasi muda agar terhindar dari perilaku yang bertentangan dengan agama, adat dan budaya.
“Nilai-nilai tersebut harus tertanam dengan baik sebagai filosofi yang mengikat kuat dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan agama, adat dan budaya,” kata Supardi.
Dia menyayangkan, kondisi saat ini banyak peristiwa pelanggaran norma agama, adat dan budaya terjadi di tengah masyarakat. Hal itu bisa diindikasikan sebagai kondisi di mana nilai-nilai ABS-SBK mulai tergerus.
“Banyak kejadian yang melanggar telah terjadi, artinya nilai-nilai ABS-SBK mulai tergerus pada sebagian masyarakat yang melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu,” ujarnya.
Supardi mengungkap beberapa kejadian di Sumbar beberapa waktu terakhir yang terkuak, seperti pelecehan dan kekerasan seksual, perilaku menyimpang dan sebagainya, yang bahkan pelakunya adalah orang dekat seperti kakek, paman, saudara sementara korbannya adalah anak di bawah umur.
Peristiwa memiriskan seperti itu, lanjut Supardi, tidak semestinya dan sangat tidak pantas terjadi. Untuk itu, harus dilakukan langkah antisipasi dengan mengingatkan kembali nilai moral, agama, adat dan budaya yang menjadi filosofi masyarakat selama ini.
“Sebelum terlambat, harus ada langkah antisipasi, nilai-nilai moral harus terus dipupuk sesuai filosofi kehidupan masyarakat yang kuat memegang sandi agama, adat dan budaya,” lanjutnya.
Supardi mengingatkan, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menghidupkan kembali filosofi ABS-SBK. Sesuai dengan tema workshop, Pewarisan Kearifan Lokal pada Generasi Muda Menuju Ketahanan Adat dan Budaya, Supardi berharap kegiatan itu dapat memperkuat kembali nilai moral masyarakat terutama generasi muda agar menjadi masyarakat memegang teguh ajaran agama, adat dan budaya.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Gemala Ranti mengatakan, kegiatan itu merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas taraf sosial masyarakat. Pembinaan mental generasi muda itu merupakan bagian dari program strategis gubernur dan wakil gubernur dalam menanamkan nilai kebudayaan kepada masyarakat khususnya generasi muda.
Workshop Penanaman Nilai ABS-SBK tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat sampai Minggu (3-5 Desember 2021). Menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang masing-masing, diikuti oleh 50 orang peserta. (Febry)






