PAYAKUMBUH- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi mengingatkan bahwa sampah bisa mendatangkan penghasilan bahkan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Jika dikelola dengan baik maka sampah tidak sekedar menjadi barang tak berharga yang merusak lingkungan dan pemandangan.
Hal itu dikatakan Supardi saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk masyarakat di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari pada tanggal 19 dan 20 November 2023 di Kota Payakumbuh.
“Sampah merupakan objek yang bisa dikelola secara sistem ekonomi sirkular, diolah lagi menjadi suatu barang lain yang bisa diambil manfaat kembali,” kata Supardi.
Jadi, lanjutnya, dalam sistem sirkular, sisa dari suatu kegiatan produksi tidak langsung menjadi barang terbuang namun diolah kembali menjadi barang lain. Sehingga bahan baku atau sumber daya yang ada terpakai secara optimal, semakin panjang rantai sirkulasi akan semakin besar potensi ekonomi yang dihasilkan.
Dia mengungkapkan, besarnya potensi ekonomi dalam pemanfaatan sampah telah menjadi lirikan banyak perusahaan besar, bahkan perusahaan asing. Supardi mengaku sudah ada beberapa perusahaan yang meminta untuk difasilitasi agar bisa mengelola sampah di Sumatera Barat.
“Ini bukti bahwa sampah merupakan sebuah potensi ekonomi jika dikelola secara maksimal, tidak sekedar barang sisa yang merusak lingkungan,” ujarnya.
Dia mengajak masyarakat untuk selalu memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk dijadikan sebagai sumber perekonomian. Dalam kondisi saat ini di mana tingkat pengangguran dan kemiskinan masih tinggi hendaknya peluang tersebut dapat menjadi solusi.
Supardi berharap, melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat mengubah paradigma dan pandangan masyarakat tentang sampah. Jika selama ini hanya merupakan barang sisa tak berguna, namun jika dikelola bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. Bahkan, aroma tidak sedap yang dihasilkan sampah pun bisa dimanfaatkan untuk budi daya Magot. “Mari jadikan sampah sebagai peluang usaha untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat Asben Hendri mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan. Salah satunya adalah melalui pengelolaan sampah secara baik dan benar.
“Sampah yang dibuang sembarangan akan mendatangkan bencana dan penyakit, namun jika dilakukan pengelolaan yang benar justru akan menjadi sumber ekonomi. Lingkungan sehat ekonomi pun meningkat,” ujarnya.
Dia mengakui, untuk mengubah perilaku masyarakat terkait sampah memang harus dilakukan sosialisai dan edukasi secara berkelanjutan. Saat ini masih didapati adanya masyarakat yang membuang sampah ke sungai, sehingga berpotensi memicu bencana banjir. Lebih jauh, perilaku membuang sampah sembarangan juga berdampak buruk kepada perkembangan pariwisata. F






