Supardi: Arahkan Kemampuan Penguasaan Teknologi Digital untuk Hal Positif
  • Home
  • Berita
  • Supardi: Arahkan Kemampuan Penguasaan Teknologi Digital untuk Hal Positif

Supardi: Arahkan Kemampuan Penguasaan Teknologi Digital untuk Hal Positif

Image

PAYAKUMBUH-Penguasaan teknologi digital harus diarahkan untuk hal positif yang memberikan dampak kepada kemajuan bangsa. Generasi muda adalah yang terbesar sebagai pengguna teknologi digital merupakan potensi besar untuk pembangunan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) Keterbukaan Informasi untuk Penggiat Media Sosial di Kota Payakumbuh, Selasa (6/6/2023).

“Generasi muda merupakan potensi besar di era digitalisasi yang hendaknya dapat diarahkan kepada penggunaan teknologi digital yang memberikan dampak positif kepada pembangunan untuk kemajuan bangsa,” katanya.

Dia menyebut, generasi muda termasuk di Kota Payakumbuh adalah sebagai pengguna teknologi digital paling besar. Potensi tersebut harus diarahkan dan diwadahi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah.

“Pemerintah harus hadir mewadahi potensi ini sehingga penguasaan teknologi digital tersebut bisa menjadi sarana pengembangan bakat dan minat generasi muda,” ujarnya.

Dia menambahkan, dirinya sejak dua tahun terakhir concern terhadap peningkatan sumber daya manusia dalam bidang teknologi digital. Baik kepada generasi muda maupun kepada para tenaga pendidik. Dilibatkannya guru-guru dalam pelatihan digitalisasi menurutnya adalah dalam meningkatkan kapasitas mereka mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin banyak memanfaatkan teknologi digital.

Supardi menegaskan, lembaga pendidikan mestinya harus menjadi instrumen utama dalam memhina generasi bangsa untuk menguasai teknologi. Sistem dalam pendidikan itu semakin berkembang, seiring kemajuan zaman.

?Jika guru-guru tidak menguasai teknologi maka akan tertinggal. Bukan tidak mungkin nantinya proses belajar mengajar dengan tatap muka langsung akan beralih kepada pembelajaran daring,” katanya.

Bahkan, kata Supardi, dunia olahraga pun sudah menuju era digitalisasi dengan adanya olahraga elektronik atau e-sport. Jenis olahraga tersebut sudah diakui oleh induk organisasi olahraga dunia. Supardi mengaku telah bertemu juga dengan komunitas e-Sport Sumatera Barat untuk mengadakan kompetisi.

“Ini salah satu contoh saja dari digitalisasi yang telah diarahkan untuk kemajuan di segala bidang, belum lagi bidang lainnya.” tambahnya.

Supardi menyebutkan, seiring perkembangan teknologi, setiap informasi akan semakin cepat tersebar. Risikonya, informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoax juga ikut tersebar dengan sangat cepat. Hal itu menjadi persoalan jika masyarakat tidak cerdas dalam menyikapi ketika mendapatkan sebuah informasi.

“Setiap informasi akan berkembang dengan cepat, bahkan yaang belum jelas kebenarannya sudah kadung menyebar melalui ruang digital, ini juga menjadi persoalan jika masyarakat tidak cerdas dalam menyaring informasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan membuka Bimtek tersebut, Supardi menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan salah satu upaya bagi penggiat media sosial dalam menangkal hoax atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Ditujukan agar generasi muda penggiat sosial memahami tentang keterbukaan informasi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pencegahan merebaknya informasi hoax di tengah masyarakat.

“Kemajuan teknologi informasi digital tak bisa dipungkiri akan diiringi dengan tantangan merebaknya informasi hoax. Dalam hal ini penggiat media sosial perlu diberikan pemahaman mengenai keterbukaan informasi sehingga setiap informasi yang beredar bisa ditindaklanjuti dengan meminta informasi kepada pihak berwenang sesuai alur yang telah diatur di dalam undang-undang,” ujarnya.

Setelah mendapat kepastian akan suatu informasi, lanjutnya, penggiat media sosial bisa menginformasikan kembali kepada masyarakat tentang salah atau benarnya informasi tersebut dan memberikan informasi yang benar sehingga tidak menyesatkan masyarakat. Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama DPRD Sumatera Barat dan Komisi Informasi dengan melibatkan 40 orang peserta.

Senada, Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat Nofal Wiska mengungkapkan, penggiat media sosial sangat potensial dalam mengantisipasi hoax. Dia berharap melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman para penggiat media sosial tentang keterbukaan informasi publik sekaligus menjadi salah satu ujung tombak dalam melawan hoax di dunia maya.

“UU Keterbukaan informasi publik memberi ruang kepada masyarakat untuk mendapatkan suatu informasi yang benar dari badan publik berwenang, termasuk penggiat media sosial. Maka ketika suatu informasi beredar di medsos, bisa dicari tahu kejelasannya dan diinformasikan kembali kepada masyarakat,” ujarnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply