
PADANG – Menyikapi tingginya lulusan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA dan SMK) yang belum terserap di dunia kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertran) Provinsi Sumatera Barat tengah merancang beberapa strategi. Selain peningkatan skill, Dinas Tenaga kerja di kabupaten/ kot diminta untuk aktif memberikan informasi lowongan kerja.
Kepala Disnakertran Provinsi Sumatera Barat Nasrizal menyebutkan, sekitar 126 ribu lulusan SMA dan SMK se Sumatera Barat belum memiliki pekerjaan.
“Penyebabnya antara lain adalah karena keterampilan lulusan SLTA yang masih rendah, terbatasnya perusahaan yang menerima lulusan SLTA dan kurang mendapatkan akses informasi,” katanya.
Untuk meningkatkan skill lulusan SMA dan SMK, pihaknya melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk melaksanakan pelatihan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Disnakertran juga akan melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk memperoleh informasi pembukaan lowongan kerja.
Sedangkan untuk akses informasi lowongan, dia meminta Dinas Tenaga Kerja di kabupaten dan kota untuk aktif meng-upgrade info lowongan kerja sehingga masyarakat mendapatkan informasi. Dia juga menyarankan agar para pencari kerja untuk dapat memanfaatkan media informasi dan telekomunikasi guna mencari info bursa lowongan kerja.
“Selama ini, para pencaker harus datang ke kantor pos untuk mencari tahu lapangan kerja. Kami menyarankan dinas terkait di kabupaten dan kota juga menyediakan informasi,” ujarnya.
Selain strategi tersebut, Nasrizal menyatakan akan mendorong pelaksanaan job fair sehingga akses informasi lowongan kerja dapat semakin mudah didapatkan oleh para pencari kerja (pencaker). Dia menegaskan, pemerintah provinsi terus berkomitmen utuk mengurangi jumlah pengangguran melalui penyediaan informasi lowongan kerja dan pembekalan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. (feb)






