Sumbar Provinsi Terbanyak Laksanakan Event
  • Home
  • Berita
  • Sumbar Provinsi Terbanyak Laksanakan Event

Sumbar Provinsi Terbanyak Laksanakan Event

Menpar Arief Yahya saat launching TdS 2018. (ist)

JAKARTA – Sumatera Barat merupakan provinsi terbanyak melaksanakan event-event dibandingkan dengan provinsi lain, yakni 132 event dalam setahun. Hal tersebut dikatakan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat me-launching Tour de Singkarak (TdS) 2018 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (22/10/2018).

“Ada 3 event yang masuk dalam top seratus event nasional, yakni Sawahlunto Internasional Music Festival, TdS dan Festival Pagaruyuang yang kita populerkan juga sebagai Pesona Minangkabau,” sebut Menpar.

Khusus untuk Festival Pagaruyuang, Arief Yahya sudah menyetujui untuk koreografernya akan didampingi oleh koreografer tingkat nasional, yakni Deni Malik yang juga merupakan orang Sumbar.

“Deni Malik adalah salah satu di antara tujuh koreografer yang menata pembukaan Asian Games 2018, termasuk tari Ratoh Jaroe dari Aceh yang sempat heboh di media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengembangan pariwisata di Sumbar sendiri, Menpar mengatakan memakai rumus 3 A (atraksi, amenitas dan aksebilitas, dan yang kita dukung pertama adalah kulinernya yaitu randang. Randang adalah makanan terbaik tingkat dunia dan oleh Kemenpar sudah ditetapkan sebagai satu di antara 10 national food.

“Ganjarannya adalah randang sudah kami promosikan ke 100 restoran indonesia yang ada di seluruh dunia,” jelasnya.

Yang kedua disebutkan Arief Yahya adalah surfing di Mentawai. Mentawai adalah tempat surfing terbaik di dunia yang saat ini bersaing dengan Hawai dan Bali.

Untuk yang ketiga adalah potensi Geopark. Sumbar memiliki potensi dalam hal ini, seperti Ngarai Sianok dan Silokek.

“Saya mendapatkan masukan dari orang yang paham tentang geopark bahwa potensi geopark di Sumbar adalah salah satu yang terbaik di dunia,” terangnya.

Arief Yahya menyimpulkan, dari ketiga hal tersebut Sumbar tidak kalah dari provinsi lain seperti Jabar dan NTB.

“Keindahan alam tidak kalah dan kulturnya juga tidak kalah. Dan, itu terbukti ketika Sumbar diangkat ke Halal Tourism Travel Award mendapatkan penghargaan sebagai destinasi wisata halal terbaik. Satu hal lagi yang ingin saya katakan, pariwisata adalah industri yang paling tidak menganggu lingkungan,” terangnya.

Menyinggung KEK KWT (Kawasan Ekonomi Khusus Kawasan Wisata Terpadu) Mandeh, Arif Yahya meminta Pemprov Sumbar dan Bupati Pessel serius untuk bergerak cepat. Terutama penyediaan lahan KEK dan untuk masterplan-nya akan biayai oleh Kemenpar.

“Manfaatkan waktu saya yang hanya satu tahun ini. KEK Gunung Emas di Kawasan Mandeh harus segera diselesaikan. Untuk mendapatkan KEK tersebut memang susah. Tapi, setelah dapat, maka akan diprioritaskan oleh pemerintah pusat. Minta bandara dipermudah, minta jalan nasional dipermudah, contoh nya Danau Toba,” jelasnya.

“Saya malah jadi gregetan. Kok, KEK soal kawasan Mandeh masih lelet. Padahal saya udah garansi ke Presiden agar Mandeh segera selesai,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Menpar berharap dalam satu tahun ini Sumbar harus sudah memiliki satu KEK dan itu tinggal dipilih satu, apakah Mentawai atau Mandeh.

“Setiap provinsi memang harus satu. Contohnya, Sumut dengan Danau Toba. Bahkan, Jateng dan Yogyakarta digabung jadi satu, yaitu Borobudur,” jelasnya. (peb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply